Siap Tambah Modal

Coffee Morning Bank Bengkulu bersama unsur Muspida, OPD dan anggota DPRD Rejang Lebong di salah satu hotel di Kota Curup Selasa (18/2) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen akan melakukan penambahan penyertaan modal di Bank Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi usai menghadiri Coffe Morning Bank Bengkulu bersama unsur Muspida, OPD dan anggota DPRD Rejang Lebong di salah satu hotel di Kota Curup Selasa (18/2) kemarin.

Dijelaskan bupati, pada tahun 2020 ini sendiri Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong akan menambah penyertaan modal untuk Bank Bengkulu sebesar Rp 20 miliar.

Tambahan tersebut menurutnya nanti akan dimasukkan dalam APBD Perubahan Kabupaten Rejang Lebong.”Untuk tahun ini akan kita siapkan sebesar Rp 20 miliar untuk penyertaan modal ke Bank Bengkulu,” terang bupati.

Dijelaskan bupati, tambahan anggaran sebesar Rp 20 miliar tersebut merupakan kesepakatan bersama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bengkulu beberapa waktu lalu.

Dimana menurutnya dalam rapat yang diikuti oleh seluruh kepada daerah di Provinsi Bengkulu tersebut, masing-masing pemerintah daerah yaitu kabupaten dan kota sepakat untuk menambah masing-masing Rp 20 miliar, sedangkan untuk Pemerintah Provinsi Bengkulu sebesar Rp 100 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Rejang Lebong, Mahdi Husen SH mengaku menyambut baik rencana penambahan penyertaan modal ke Bank Bengkulu oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tersebut.

Namun menurut menurut politisi Golkar tersebut, mekanisme penganggaran nanti ada di lembaga, dalam hal ini DPRD Rejang Lebong dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.

Beli Saham BB
Untuk memenuhi target modal yang dimiliki oleh Bank Bengkulu, Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi mengajak seluruh masyarakat Provinsi Bengkulu khususnya Rejang Lebong untuk bisa memiliki Saham Seri B dari Bank Bengkulu.

“Saya mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu untuk membeli saham Seri B yang dimiliki Bank Bengkulu sesuai dengan kemampuan kita,” sampai Hijazi.

Dalam pelepasan Saham Seri B dari Bank Bengkulu tersebut, menurut bupati, saat ini Bank Bengkulu masih mengutamakan pembelinya dari masyarakat Provinsi Bengkulu terlebih dahulu.

Namun bila nanti dirasa perlu, maka menurutnya baru akan dilepas kepada pembeli dari luar Provinsi Bengkulu.”Sebelum dilepas ke pembeli dari luar Provinsi Bengkulu, mari kita masyarakat Bengkulu dulu yang membeli, karena dalam pelepasan Saham Seri B ini kita utamakan masyarakat Bengkulu,” sampainya.

Senada dengan yang disampaikan Bupati Rejang Lebong, Direktur Utama Bank Bengkulu, Agussalim, SE ME juga mengajak masyarakat khususnya masyarakat Rejang Lebong untuk berpartisipasi memiliki Bank Bengkulu dengan membeli Saham Seri B.

“Harga Saham Seri B ini tidak terlalu tinggi, yaitu hanya Rp 4 juta per lembarnya,” terang Agussalim.

Untuk bisa memiliki Saham Seri B Bank Bengkulu ini, menurutnya ada dua mekanisme yang ditetapkan oleh Bank Bengkulu yaitu untuk yang Rp 10 miliar keatas dan dibawah Rp 10 miliar.

Untuk yang memiliki modal Rp 10 miliar keatas, menurutnya cukup datang langsung ke tim Bank Bengkulu. Dimana untuk pembeli dengan nilai minimal Rp 10 miliar ini bisa dilakukan oleh perorangan, lembaga maupun badan.”Kemudian untuk yang dibawah Rp 10 miliar pembelian tetap melalui petugas Bank Bengkulu, namun nanti akan digabung melalui koperasi,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam pembelian Saham Seri B Bank Bengkulu ini, saham tersebut tidak bisa dipindahtangankan atau dijual kembali dalam waktu dekat.

Dimana menurutnya untuk bisa menjual kembali Saham Seri B ini pembeli harus menunggu minimal 1 tahun terlebih dahulu.

Sementara itu, untuk keuntungan sendiri yang akan diperoleh pembeli, menurut Agusalim cukup menjanjikan, dimana deviden yang didapat pembeli Saham Seri B Bank Bengkulu berkisar antara 12 sampai 15 persen setiap tahunnya.

Selain itu, untuk keamanan sendiri tidak perlu dikhawatirkan karena pelepasan Saham Seri B Bank Bengkulu tersebut sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga menurutnya pembeli tidak perlu khawatir lagi. (251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*