Siaga Hadapi Virus WannaCry

Phutut: Serangan Lebih Bahaya

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Media dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bengkulu, Drs H Puthut Eko Purnomo
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Media dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bengkulu, Drs H Puthut Eko Purnomo

BENGKULU, BE- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Bengkulu mengaku bahwa serangan hacker terhadap beberapa website resmi milik pemerintah Provinsi Bengkulu belum begitu berbahaya, karena hanya mengubah tampilan halaman website. Namun pihaknya mengatakan lebih mewaspadai serangan malware (virus) dari Ransomware WannaCry atau Wanna Decryptor.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Media dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bengkulu, Drs H Puthut Eko Purnomo mengatakan pihaknya segera bertindak untuk mencegah terjadinya hal yang lebih membahayakan.

“Serangan tersebut belum berbahaya, namun ada hal lain yang sangat perlu diwaspadai yakni serangan virus Wanna Cry ” ujar Phutut kemarin (15/5).

Diungkapkannya, kejadian ini memang belum terjadi di Bengkulu, namun di beberapa wilayah di Indonesia dan beberapa negara sudah mengalami sudah diserang oleh virus Wanna Cry. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Diskominfo Provinsi Bengkulu hari ini (16/5) menggelar rapat koordinasi untuk melakukan keamanan data dan pencegahan virus Wanna Cry tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada diskominfo kabupaten dan kota terkait pembahasan cara pencegahan virus tersebut dan rencananya ada juga perwakilan dari Kementerian Kominfo pusat yang akan hadir ke Bengkulu,” jelas Phutut.

Diungkapkan Phutut, malware ini tidak akan merusak atau menghancurkan data yang dimiliki korban. Hanya saja para hacker yang memanfaatkan virus tersebut menggunakannya untuk memeras perusahaan maupun individu yang terserang virus tersebut.

“Para Hacker akan memeras anda jika virus tersebut sudah masuk ke komputer, karena seluruh file di komputer tidak akan bisa diakses,” ungkapnya.

Phutut menjelaskan, Ransomware Wanna Cry merupakan sebuah malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. “Tahun ini ada sebuah jenis ransomware baru telah muncul disebut Wannacry. Kalau sebelumnya ada versi beta Wanna Cry maka sekarang ada versi 2 nya dan dikhawatirkan menimbulkan banyak kerugian,” tambah Phutut.

Wanna Cry Ransomware hanya mengincar PC berbasis Windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi yang dijalankan di komputer tersebut. “PC berbasis Linux malah tidak terkena dampak dari virus ini, karena kita tahu pengguna PC berbasis windows termasuk yang terbanyak di dunia,” ujar Phutut.

Sudah banyak korban akibat dari virus ini di beberapa belahan dunia, para Hacker meminta dana tebusan agar file yang ‘dibajak’ dengan proteksi enkripsi bisa dikembalikan dan diakses lagi yang akan makin tinggi jika tebusan tak segera dibayar.

“Mereka meminta tebusan agar filenya bisa kembali dan diakses, dan tempo pembayaran tebusan ditunggu menggunakan sebuah timer waktu, apabila tidak dibayar maka filenya akan terhapus secara otomatis oleh virus ini,” ungkap Phutut.

Dikatakannya, di Provinsi Bengkulu banyak instansi menggunakan sistem operasi windows sehingga perlu ada kewaspadaan lebih terhadap virus ini terutama sektor perbankan untuk lebih memperkuat keamanan jaringan dan data. “Harus tetap waspada, jangan mendownload file yang tidak dikenal karena bisa berakibat fatal karena bisa jadi isinya adalah virus ini,” tutur Phutut.

Ia menjelaskan untuk mencegah virus WannaCry, Ia mengharapkan sebelum mengaktifkan komputer, pastikan tidak terkoneksi ke Internet. Wifi dimatikan sementara. Kemudian, backup data penting dicopy (salin, red) dan jangan sekali-kali membuka file yang tidak dikenali baik yang diterima dari email maupun dari media pengiriman elektronik lainnya.

“Mereka mengirimkan virus dari file yang kita download di internet yang sudah para hacker sisipkan virus wannacry, usahakan selalu melakukan backup data agar sewaktu-waktu bisa menghindari ancaman virus ini,” jelas Phutut.

Terakhir Phutut menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati didalam menggunakan internet apalagi mendownload file yang tidak dikenal. Apalagi kondisi sekarang sulit diprediksi kapan serangan hacker tersebut akan terjadi. “Sekarang para hacker sedang berkeliaran didunia maya mencari para korban baru untuk menguras uang mereka dengan cara yang tidak benar. Jadi semua pihak diminta waspada akan hal ini,” tukasnya.

Sementara itu, kemarin hacker juga membobol website resmi RSUD M Yunus, https://rsudmyunus.bengkuluprov.go.id/. Tampilan website tersebut berubah, memuat tulisan,” kapankah kita akan sadar, bumi terluka dan iapun menangis,” serta berisi musik rock. (999)