Si Jago Merah Mengamuk Dua Rumah Ludes

Kepahiang
DONI/Bengkulu Ekspress MEMBARA: Amukan si jago merah menghanguskan rumah Sukri dan Simat di Jalan Reformasi Kelurahan Sejantung Kabupaten Kepahiang, Sabtu (27/5) sekitar pukul 22.30 WIB.

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Kebakaran besar menghabisi dua unit rumah warga di Jalan Reformasi Kelurahan Sejantung Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, Sabtu (27/5) malam.

Amukkan api maha besar tersebut melumat sampai habis kediaman Sukri (40) dan Simat (88) yang memang berdempetan. Karena besarnya api pemilik rumah tidak dapat menyelamatkan barang-barang berharga milik mereka.

Saat kejadian Sukri tinggal bersama istrinya Yossi (38) dan anaknya Ergi (3) di dalam rumah, sementara Simat tinggal bersama istrinya Tukinem (78). Kelimanya hanya berhasil menyelamatkan diri dengan membawa baju di badan. Sementara seluruh pakaian serta harta benda ludes dilalap si jago merah, bahkan Sukri mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuh saat mencoba masuk ke dalam rumah dikala api tengah berkobar.

Akibat mengalami luka bakar cukup parah, Satpam PLN Rayon Kepahiang tersebut harus dilarikan ke UGD RSUD Kepahiang guna perawatan medis untuk menyelamatkan nyawanya.

JENGUK: Bupati Kepahiang menjenguk korban yang rumahnya terbakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB itumenghebohkan masyarakat hingga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk melihat amukan api.

Menurut Yossi, pemilik rumah, api muncul di bagian samping warungnya di depan rumahnya, dengan cepat membesar hingga meluas kerumah korban yang berada tepat di belakang warung.
Api tidak dapat terkendali karena warga hanya menyirim air menggunakan ember sebelum kedatangan mobil Pengendali Bahaya Kebakaran (PBK) milik Dinas Satuan Polisi Pamong Peraja dan PBK Kabupaten Kepahiang ke lokasi.

“Awalnya dengar suara ledakan mercon, suaranya cukup kencang. Kemudian api sudah muncul besar, warga teriak-teriak, saya bersama anak saya di dalam rumah,” ungkap Yossi ditemui di rumah kerrabatnya tak jauh di kebakaran.

Yossi mengungkapkan, tidak ada satupun barang berharga yang bisa diselamatkan, kecuali pakaian yang menempel di badan. Sebab waktu api membesar, ia hanya fokus menyelamatkan diri dan anaknya Ergi, agar dapat keluar dari kepungan api.

“Anak saya mengalami luka bakar di tangan, sama seperti saya karena waktu keluar dari dalam rumah anak saya gendong,” ujarnya.

Ia memastikan tidak ada sumber api di dalam rumahnya, sebab saat kejadian dirinya sudah mau tidur bersama anaknya. Sehingga kondisi dapur sudah dipastikan dalam keadaan aman, kompor sudah dimatikan. “Sumber mercon itulah, kalau dari api tidak ada. Karena sudah dimatikan semua,” ungkapnya.

Yossi tidak mengungkapkan siapa yang bermain atau meledakkan mercon, dirinya hanya mengatakan bila disamping warungnya terdapat tumpukkan kardus.

Polisi Duga Korsleting Listrik
Sementara itu Kapolres Kepahiang AKBP Ady Savart SP SH SIK yang datang ke TKP bersama puluhan personilnya belum dapat memastikan penyebab pasti amukan si jago merah. Dugaan sementara dari pihak kepolisian kebakaran disebabkan korsleting listrik, hingga menghanguskan rumah Simat dan Sukri yang memang bertetangga.

Kerugian akibat kekabaran diperkikan mencapai Rp 500 juta, sebab terdapat 2 (dua) buah rumah beserta isinya dan 2 (buah) sepeda motor Yamaha Vega R dan Yamaha Mio milik Sukri ludes terbakar.

Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayatullah Sjahid bersama Wabup Netti Herawati SSOs nampak hadir di lokasi guna memastikan proses pengendalian kebakaran serta memberikan semangat terhadap keluarga korban.

Wabup bersama rombongan nampak tiba lebih dulu di lokasi kejadian, kemudian disusul Bupati dan rombongan serta ada juga anggota DPRD Eko Guntoro dan Nurrahman Putra bersama bupati. “Kita akan rapat dulu, untuk membantu korban ini. Tadi katanya tidak ada harga yang dapat diselamatkan, yang tentunya solusi cepat untuk rumah korban ini,” ungkap Bupati.
Dayat memastikan akan memberikan bantuan tanggap bencana sebagaimana seharusnya. Melalui OPD terkait, Pemkab akan membantu korban semaksimal mungkin.

Bupati berencana membangun rumah korban melalui program bedah rumah, tentunya bila nantinya ada program yang dapat dialihkan kekawasan Kelurahan Sejantung Kecamatan Kepahiang. Sebab kedua keluarga tersebut sangat membutuhkan bantuan perbaikan rumah, terlebih saat dalam suasana bulan ramadhan.(320)