Setrum Ikan Meresahkan

JEMBATAN Kondisi besi jembatam aliran sungai Desa Wahyahawang Kecamatan Maje yang rusak kemarin (312)

PENGGUNAAN alat setrum ikan untuk menangkap ikan jenis mungkus dan gabus saat ini semakin marak dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Aksi ini dilakukan oknum warga tanpa mengenal waktu di sejumlah air besar wilayah Kaur ini, sehingga sangat meresahkan nelayan setempat.

“Kami yang mencari ikan dengan peralatan tradisional ini tidak lagi mendapatkan penghasilan, sebab ikan di sungai itu sudah punah akibat setrum itu, bayangkan saja, sekali setrum itu ratusan yang mati,” keluh Robi (45), nelayan sekitar Kecamatan Kinal, Jum’at (12/8) kemarin.

Dikatakan Robi, aksi penyetruman ikan menggunakan accu tersebut terang saja melanggar undang-undang dan dapat merusak ekosistem sungai. Sebab yang akan mati bukan hanya ikan jenis mungkus dan gabus saja, namun sejumlah hewan air lainnya juga akan mengalami hal yang serupa. Bahkan mulai dari ipun (anak ikan) hingga ke ikan yang sudah besar semuanya akan tewas tersetrum. “Bagi pelaku memang tidak rugi sebab mereka dapat uang dari hasil tangkapannya lalu bagaimana dengan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala DKP Kaur Edwar Heppy S Sos mengakui aksi penyetruman ini memang masih sering terjadi di Kabupaten Kaur. Namun sayangnya saat anggotanya melakukan pengecekan yang bersangkutan terkesan menghindar dan berupaya tidak terlihat petugas.

“Pelaku ini main kuncing kuncingan, dan kita harapkan kesadaran warga untuk tidak lagi menyetrum ikan dapat diwujudkan,” tutupnya. (618)