Setiap Daerah Tertinggal Terima DAK Rp 80 Miliar

 Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Helmy Faishal Zaini mengungkapkan, pemerataan pembangunan di Indonesia belum terlaksana secara maksimal. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh masih adanya disparitas antarwilayah akibat minimnya harmoni antardaerah.
“Karena Indonesia merupakan negara kepulauan, maka  masalah paling besar yang kita hadapi adalah kerukunan satu daerah dengan daerah lain. Saat ini ada 183 kabupaten di Indonesia yang dikategorikan tertinggal, dan Buol masuk di dalamnya dan masih menjadi pasien saya,” ungkap Helmy di sela acara pelantikan Bupati-Wakil Bupati Buol di  Gedung DPRD Kabupaten Buol, Rabu (10/10).

Dengan kondisi itu, lanjut Helmy, pemerintah akan menyalurkan dana bantuan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurutnya, setiap daerah tertinggal mendapatkan DAK sekurang-kurangnya Rp 80 miliar seiring kenaikan pagu anggaran Kementrian PDT yang di tahun 2012 ini mendapat Rp 15 triliun.

“Dulu pagu yang kita terima hanya Rp 10 triliun, jadi masing-masing daerah tertinggal hanya mendapatkan DAK sebesar Rp 20 miliar- 30 miliar saja. Tetapi dengan adanya peningkatan pagu yang mencapai Rp 15 triliun, maka saya targetkan DAK 2013 yang disalurkan bisa mencapai Rp 80 miliar-Rp 100 miliar ,” paparnya.

Lebih jauh Helmy menambahkan, besaran dana yang dialokasikan diharapkan mampu membangun daerah tertinggal dan semakin maju pesat. “Saya berharap anggaran itu dapat digunakan sebaik-baiknya agar seluruh daerah tertinggal di Indonesia, termasuk Buol dapat semakin maju dan menjadi daerah unggulan di masa mendatang,” serunya. (Cha/jpnn)