Setengah Juta Siswa Diusulkan Dapat Bidik Misi 2014

JAKARTA – Program beasiswa pendidikan mahasiswa miskin (bidik misi) ternyata benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Buktinya hingga ditutup pada 28 Maret lalu, ada setengah juta siswa yang direkomendasikan mendapatkan beasiswa untuk keluarga miskin itu.

Data pasti siswa yang direkomendasikan sekolah untuk mendapatkan bidik misi di website resmi bidik misi berjumlah 561.422 orang. Sedangkan kuotanya hanya ditetapkan 60 ribu mahasiswa saja. Jika semua siswa itu melamar masuk PTN, maka tingkat persaingannya adalah 1:9.

Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM PTN) 2014 mencatat hingga tadi malam, jumlah pemohon bidik misi yang tuntas mendaftar masih 147.491 orang. Itu artinya belum semua siswa yang direkomendasikan mendapatkan bidik misi, menuntaskan pendaftaran. Sementara pendaftar SNM PTN 2014 secara keseluruhan berjumlah 731.553 orang. Jumlah ini akan terus bertambah, hingga ditutup 31 Maret besok.

Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) pantia pusat SNM PTN 2014 Bambang Hermanto mengatakan, rekomendasi penerima bidik misi memang ditutup lebih awal ketimbang penutupan pendaftaran SNM PTN 2014. “Pengajuan bidik misi ditutup 28 Maret, sedangkan pendaftaran SNM PTN 2014 ditutup 31 Maret,” katanya kemarin.

Dia mengatakan setiap siswa yang direkomendasikan dan dianggap layak, maka akan mendapatkan KAP (koda akses pendaftaran). Nah dengan KAP itu para pemohon bidik misi bisa melakukan pendaftaran SNM PTN 2014. Pengaju bidik misi juga bisa masuk PTN melalui jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) dan seleksi mandiri di masing-masing kampus.

Bambang mengatakan bidik misi itu bukan jalur penerimaan mahasiswa baru. “Jalur penerimaan mahasiswa baru tetap menggunakan SNM PTN 2014,” katanya. Dari sekian banyak siswa yang direkomendasikan mendapatkan bidik misi itu, belum semua mendaftar.

Bambang mengingatkan bahwa bidik misi itu merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Program ini memberikan bantuan biaya kuliah dan biaya hidup kepada mahasiswa dari keluarga miskin. Dengan program bidik misi ini, mahasiswa dibebaskan dari biaya kuliah dan mendapatkan uang saku Rp 500 ribu per bulan.

Untuk memastikan kelayakan, akan dilakukan verifikasi ulang oleh tim dari masing-masing PTN. Jika hasil verifikasi menyebutkan ada siswa yang kaya atau tidak layak mendapatkan bidik misi, otomatis akan digugurkan program bidik misinya. Tetapi untuk status diterima di PTN, belum tentu diputus.

Sementara itu dari website bidik misi tertulis bahwa ada 561.422 siswa yang direkomendasikan sekolah untuk mendapatkan bidik misi. Salah satu indikasi kelayakan mendapatkan bidik misi adalah penghasilan orangtua. Untuk wilayah DKI Jakarta, rata-rata penghasilan maksimal orangtua adalah Rp 3 juta per bulan. Sementara itu di wilayah Surabaya, Jawa Timur, ada yang penghasilan orangtuanya Rp 3,7 juta per bulan.

Indikasi kelayakan lainnya adalah jumlah anggota keluarga. Penghasilan orangtua yang lumayan besar, tetapi jika jumlah keluarganya juga banyak, dianggap layak mendapatkan bidik misi. Asalkan rata-rata penghasilan Rp 500 ribu/bulan/orang. Seleksi juga diperkuat oleh tim khusus dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud. (wan)