Setengah Jam, 2 Rumah Ludes PONDOK

KUBANG, BE- Musibah kebakaran kemarin siang menggemparkan warga di Desa Pondok Kubang, Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah. Dua rumah warga, masing-masing milik Bayani (50) dan Bustami (61), ludes dijilat si jago merah. Api diduga berasal dari salah satu rumah yang terbakar tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi mulai sekitar pukul 13.00-13.30 WIB, itu.

Dipicu Ledakan 
Menurut keterangan saksi, Hendri, warga setempat, sebelum terjadi kebakaran terdengar letupan kencang dari arah dapur rumah milik Bayani. Letupan itu diduga berasal dari gas yang terpercik api di dapur. Dari arah dapur itu muncul kobaran api yang segera melahap badan dapur rumah yang terbuat dari papan. “Ada suara kencang seperti letupan sebelum terjadi kobaran. Dari arah dapur keluar kobaran api yang langsung membesar,” jelas Hendri. Dilanjutkan Hendri, awalnya kobaran tersebut oleh warga setempat berusaha dipadamkan dengan peralatan seadanya. Namun terik matahari ditambah angin membuat kobaran api cepat membesar. “Kobaran api memakan badan dapur dan menjalar hingga membakar seluruh rumah,” jelas Hendri. Kepala Desa Pondok Kubang Ispindi Said, menjelaskan, awalnya rumah yang terbakar adalah milik Bayani. Akan tetapi dengan tiupan angin, api menjalar ke rumah panggung yang ada di sebelahnya, yakni rumah panggung milik Bustami. “Api tersebut semula berasal dari dapur milik Bayani, oleh warga dibantu dipadamkam semampunya dengan air. Namun tiupan angin yang kencang membuat kobaran api cepat membesar,” jelas Ispindi. Melihat kobaran api yang besar, kata Isipindi, pihaknya segera menelpon PBK Benteng agar segera datang ke lokasi memadam rumah kebakaran. Dalam waktu yang bersamaan, akibat arah angin kobaran api juga menjilat rumah di sebelahnya yang terbuat dari papan. Dan rumah tersebut ikut dilalap api. “Tidak ada yang bisa diselamatkan dari kebakaran ini. Selain beberapa perkakas dan sejumlah persediaan makanan, seperti padi,” ujar Ispindi. Bayani, korban mengaku tidak ada yang bisa diselamatkan dari kejadian ini. Hanya baju menempel di badan. “Saya sedang kerja, dan dapat laporan rumah saya terbakar. Begitu mendapat kejadian itu tidak ada yang bisa diapa-apakan lagi. Semua habis dimakan api,” kata Bayani.  Sementara korban BUstami, mengaku hanya mampu menyelamatkan peralatan sedanya. Di antaranya kulkas, VCD, speaker, kursi plastik dan 5 karung padi. “Saya bersama istri saya Raaina berada di rumah. Tiba-tiba dari arah samping, terlihat api sudah membesar memakan lantai rumah. Seketika saya menyelamatkan apa yang ada. Namun api yang cepat membesar membuat saya kewalahan untuk menyelamatkan apapun yang ada di rumah,” jelas Bustami. Sementara Camat Pondok Kubang, Mukhlis mengatakan pihaknya hanya bisa memberikan bantuan darurat kepada korban, yaitu sembako untuk keperluan harian, selimut, pakaian bayi, dan peralatan lainnya. “Saya segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial mengenai bantuan yang akan diberikan,” kata Mukhlis. Dengan kejadian ini diperkirakan kerugian yang diderita Rp 200 Juta.

Keluhkan PBK
Sementara, warga setempat mengeluhkan keterlambatan PBK Benteng. Lantaran terlambat, kedua rumah ludes terbakar. “Saya kecewa dengan PBK, karena kurang respon dengan panggilan kebakaran. Akibatnya tak satupun barang yang bisa diselamatkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutan namnya. Sementara, Personel PBK Bustanul, mengungkapkan keterlambatan itu lantaran jarak yang jauh dan kondisi jalan yang rusak sehingga membuat pihaknya tidak menaikkan laju kecepatan mobil. “Kami terkendala jaraj yang jauh dan jalan yang jelek. Sehingga harus hati-hati,” ujar Bustanul. Kebakaran ini melibatkan 3 unit PBK, yakni PBK Benteng, PBK Tugu Hiu, dan PBK Km 9. Masing-masing membawa 5000 liter air. seluruh air PBK habis hari itu. (cw2)