Setahun Ijazah Tak Keluar

ijazah
ijazah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Sudah setahun polemik ijazah program kesetaraan (Paket) C, B dan A hingga saat ini belum tuntas. Sejumlah warga belajar pun terus menagih ijazah mereka agar segera diserahkan ke Lembaga Pusat Kegiatan Belajar mengajar (PKBM).
Walimurid warga belajar, Mahdin mengatakan, bahwa anaknya telah mengikuti Ujian Nasional program kesetaraan paket C tahun pelajaran 2016/2017 lalu. Kemudian

dinyatakan lulus. Namun sampai saat ini belum mendapatkan ijazah, mengakibatkan anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Jika anak saya harus mengulang, kami siap mengulang, karena anak saya benar-benar mengikuti pelaksanaan ujian, ” ungkapnya.

Ia meminta PKBM dan Dinas Dikbud memikirkan tindak lanjut pendidikan generasi muda yang menggunakan jasa Pendidikan non formal. Jika seperti ini maka pemerintah sendiri dinilai tidak mendukung pelaksanaan program kesetaraan.

Terkait persoalan ini, Forum lembaga PKBM se-kota Bengkulu dihadiri penilik pendidikan dari kabupaten lain meggelar rapat bersama. Tidak hanya dihadiri lembaga, juga warga sekolah. Rapat tersebut bertujuan untuk persamaan persepsi, bahwa persoalan belum keluarnya ijazah terjadi hampir di seluruh lembaga PKBM.

Ketua Forum Lembaga PKBM se-kota Bengkulu, Suryadi mengatakan persoalan ini sudah sangat berlarut-larut. Pihaknya sudah koordinasi dengan panitia Ujian Nasional Dinas Pendidikan provinsi Bengkulu, R Wahyu DP. Namun hingga saat ini belum ada solusi yang tepat. “Para peserta yang tidak keluar ijazahnya ini karena mengikuti UN tapi namanya tidak masuk Daftar nominasi tetap, ada juga telah mengikuti UN tapi nilainya tidak seluruhnya keluar, ” katanya.

Secara administrasi, lembaga PKBM sudah memenuhi persyaratan, jika pun ada kendala itu sudah disampaikan ke panitia UN. “Kami selalu diberi janji-janji, tapi dibiarkan harus menunggu tanpa ujung alias nihil, dan terakhir kami dijanjikan tanggal 12 Februari ini ijazah akan diberikan lagi, ” katanya.

Atas pertemuan itu, forum PKBM sepakat akan mengajukan surat ke Dinas Dikbud provinsi Bengkulu dan menuntut ijazah paket segera dikeluarkan, karena apa yang dilakukan lembaga sudah sesuai tahapan, dan memenuhi persyaratan, dan masuk dalam dnt, NISN juga ad.

“Kita buat surat pernyataan dan kesepakatan secara tertulis antar lembaga untuk diajukan ke diknas provinsi, agar persoalan ini segera dituntaskan, ” cetusnya. (247)