Setahun, DD Cair Tiga Kali


Bengkulu, Bengkulu Ekspress – Tahun ini, pemerintah pusat kembali menggelontorkan dana desa (DD) untuk 1.341 desa yang ada di 9 kabupaten Provinsi Bengkulu. Namun demikian, DD yang digelontorkan itu mengalami penurunan cukup tinggi, sampai Rp 98 miliar. Pasalnya tahun lalu, DD Provinsi Bengkulu sendiri mencapai Rp 1,03 triliun, namun tahun 2018 ini Bengkulu hanya akan mendapatkan DD sebesar Rp 946 Miliar. Tidak hanya nilai DD saja yang berkurang, untuk sistem pencairan DD juga mengalami perubahan. Selama ini pencairan DD bisa dilakukan dalam setahun dua kali pencairan, tapi tahun ini, pencairannya dilakukan tiga kali dalam satu tahun.

“Pencairan nya juga tidak sama. Tahun ini diperlukan tiga kali pencairan,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Bengkulu, Drs H Ali Sadikin M.Si kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (17/1).

Untuk pencairan DD tiga tahap itu, dari 100 persen, dibagi 20 persen semeter pertama dengan pencairan di bulan Januari sampai Maret. Kemudian semester kedua, 40 persen pencairan di bulan Maret sampai Juni. Selanjutnya di pencairan akhir sebesar 40 persen, untuk pencairan bulan Juni sampai Desember. Berbeda dengan tahun lalu, pencairan dua kali itu dibagi 60 persen tahap pertama dan 40 persen tahap kedua. “Jadi bisa lebih cepat pencairan nya,” tambahnya.

Ditegaskannya, pencairan lebih cepat ini nantinya akan berefek dengan cepatnya pengerjaan program di masing-masing desa. Sebab dengan pembagian pencairan ini, pemerintah desa lebih dapat matang mempersiapkan program dan pelaksanaan program pembangunan desa. “Tidak bisa dipungkiri, DD menjadi salah faktor pendorong utama pembangunan di desa. Jadi memang pelaksanaannya harus lebih cepat,” papar Ali.

Realisasi penggunaan DD masih tetap sama dengan tahun lalu. DD tetap diprioritaskan di empat pokok pembangunan. Mulai dari pembangunan infrastruktur, Badan Usaha Milik Desa (BUMDs), program unggulan desa dan sarana olahraga serta lumbung desa. Ali menegaskan, semua pemerintah desa harus tetap berpedoman dengan pembangunan 4 poin tersebut. Sebab jika lari dari poin itu, maka dipastikan akan menjadi temuan nantinya. “Tidak boleh lari dari 4 itu, harus tetap diprioritaskan,” tuturnya.

Sementara itu, Ali juga menjelaskan adanya penurunan DD tahun ini lantaran ada perubahan indikator penilaian. Desa tertinggal dan warga penduduknya lebih miskin, akan mendapatkan kucuran DD lebih besar. Selama ini, DD itu diberikan sesuai dengan luas wilayah, jumlah penduduk dan kemiskinan. Tahun ini DD diberikan dengan indikator desa tertinggal, desa maju, desa berkembang dan desa mandiri. “Nilai DD-nya berbeda-beda, tergantung dari tingkat kemiskinan dan desa tertinggal, nilainya nanti akan lebih besar,” ungkap Ali.

Untuk tahun ini, satu desa paling besar akan mendapatkan kucuran DD sebesar Rp 950 juta dan terkecil akan mendapatkan kuncuran sebesar Rp 750 juta. Semua desa berbeda-beda nilainya, tergantung dari nilai indikator yang telah ditetapkan. Dengan dimulainya pencairan DD itu, Ali meminta pemerintah desa untuk segera melakukan pencairan. Sehingga program desa dapat segera direalisasikan. “Pencairan sudah bisa dimulai, jadi kita minta cepat. Sehingga DD itu bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa,” pungkas nya. (151/999)