Sertijab Guru Tanpa Pemberitahuan

BENGKULU, BE – Wajar bila acara serah terima jabatan (Sertijab) guru dan kepala sekolah pada Jumat (4/12) lalu banyak yang tidak hadir mencapai 12 orang. Sebab pelaksanaan Sertijab itu tanpa pemberitahuan kepada mereka yang dimutasi. Ada kepala sekolah yang tidak menerima undangan, telepon atau pun SMS sama sekali. Sebagaimana yang disampaikan Kepala Sekolah SDN 86 yang dimutasikan ke SDN 85, Sayuti L S.Pd. Ia sengaja memberikan klarifikasi ke Graha Pena BE kemarin.

”Saya kaget saat membaca berita ada sertijab kepala sekolah dan guru serentak, dan diberita itu  nama saya disebutkan  sebagai salah satu kepala sekolah yang tidak hadir. Bagimana saya mau datang kalau saya tidak diberitahu sama sekali undangan dan pemberitahuan. Saya tidak tahu bagaimana dengan Kepala sekolah atau guru yang lain, itu urusan mereka.” katanya.

Sayuti mengatakan kalau ada undangan dirinya pasti datang dalam acara itu. Sebab ia tidak mempermasalahkan mutasi itu karena bisa menerimanya. Sebab bagi kepala sekolah senior itu jabatan adalah amanah. Ia siap  ditempatkan dimana saja. Baginya yang penting mengabdikan diri untuk dunia pendidikan, dimanapun tempatnya. Mantan Kepala Sekolah SDN 42 ini mengaku telah mengkonfirmasikan perihal Sertijab itu ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Bengkulu. Ia menemui Sekretaris dan Bagian BKD.

”Jawaban Pak Sekretaris Pak Anwar Buadin, undangan itu ada, tapi memang tidak sampai ke saya. Rasanya saya tidak perlu memperpanjang masalah ini sampai mencari tahu siapa sebenarnya yang bertugas menyampaikan undangan itu,” katanya.

Klarifikasi yang disampaikannya ini bukan untuk menyudutkan Dispendik. Namun lebih pada menempatkan duduk perkara pada tempatnya. Agar tidak ada salah tafsir atas ketidakhadirannya dalam Sertijab tersebut.”Koran kan dibaca masyarakat se-provinsi ini sampai ke pelosok. Saya tidak mau terkesan tidak hadir di Sertijab itu seolah tidak menerima mutasi itu. Sekali lagi saya katakan saya tidak masalah dimutasi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Diknas Kota, Drs Anwar Baudin  membantah kalau 12 guru dan mantan kepsek tak hadir karena tidak diundang, Anwar menegaskan  Anwar  seluruh guru yang terkena mutasi telah diundang untuk mengikuti sertijab yang digelar massal oleh Dispendik. Bahkan undangan itu dikirim sehari sebelum acara digelar. “Bukan hanya undangan resmi, kita juga kirim lewat  telepon dan SMS, ” ujar  Anwar via telepon, kemarin.

Diakuinya tidak sampainya undangan itu  kemungkinan dikarenakan tidak adanya nomor kontak, atau undangan yang kita kirimkan ke sekolah tidak sampai  pada yang bersangkutan, ” Tadi kita juga ditemui  mantan kepsek yang dimutasi,  dan kita jelaskan  kalau undangan dikirim  langsung ke sekolah, karena  masih liburan  makanya undangan itu tidak sampai pada bersangkutan, ” kilahnya.
Pun begitu bagi mereka yang tidak hadir,  tetap diwajibkan melakukan sertijab yang akan berlangsung Senin mendatang, “Sertijab yang tertunda akan dilaksanakan kembali Senin besok,” pungkasnya. (166/247)