Sering Mengeluh Beban Hidup Terlalu Banyak, Mahasiswa Tewas Gatung Diri

kasusBENGKULU, Bengkuluekspress.com – Rahmad Isnadi (27) mahasiwa Universitas Dehasen asal Manna Kabupaten Bengkulu Selatan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali yang diikatkan diatas rangka kayu atap dapur di rumah kos yang ia sewa yang berada di Jalan Merawan Baru, RT 25 RW 7, Kelurahan Sawah Lebar, Kecamatan Ratu Agung, Kamis (29/3) pagi. Yang mengetahui pertama kali korban gantung diri adalah Elva (24) teman korban. Saksi Elva yang curiga tidak ada jawaban dari korban saat dipanggil, kemudian masuk kedalam kos korban melalui jendela. Saat saksi masuk korban sudah tidak bernyawa tergantung didekat dapur.

“Dari keterangan saksi dia mengetahui korban tewas gantung diri sekitar pukul 07.00 WIB pagi,” jelas Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kunprasetyo SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Indramawan. Dari keterangan sejumlah saksi yang merupakan warga sekitar dan teman korban, sebelum ditemukan tewas gantung diri korban kerap bercerita mengeluhkan beban hidupnya terlalu berat. Mulai dari proses cerai yang belum selesai sampai kuliah yang belum selesai.

“Dari keterangan saksi, korban sering mengeluh beban hidupnya terlalu banyak. Tidak semangat menjalani hidup,” imbuh Kasat Reskrim.

Informasi gantung diri tersebut cepat tersebar kepada pihak kepolisian. Kepolisian dari Polsek Ratu Agung langsung ke TKP, memasang garis polisi dan membawa korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Selama hidup, korban tidak mempunyai riwayat penyakit. Dengan demikian, korban memilih gantung diri karena banyak masalah semakin kuat dugaannya.(Riz)