Serapan Belanja 2018 Sebesar 91,98 Persen

ASRI/Bengkulu Ekspress SERAHKAN: Plt Bupati Bengkulu Selatan menyerahkan buku LKPJ APBD 2018 kepada ketua DPRD Bengkulu Selatan usai sidang paripurna DPRD Bengkulu Selatan, Selasa (7/5).

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress– Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan (BS),Gusnan Mulyadi SE MM mengatakan, realiasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018 cukup tinggi. Hal itu dilihat dari realisasi belanja dan realisasi pendapatan akhir tahun 2018 lalu. “ Untuk belanja kita tahun 2018 teralisasi sebesar 91,98 persen,” katanya saat menyampaikan nota keuangan Laporan keterangan pertanggungjawaban APBD 2018 di ruang sidang paripurna DPRD Bengkulu Selatan, Selasa (7/5) siang.

Gusnan mengatakan, pada APBD Bengkulu Selatan 2018, pemda Bengkulu Selatan menargetkan belanja sebesar Rp 941,4 Miliar. Kemudian hingga akhir tahun 2018 terealisasi sebesar Rp 865,9 Miliar. Anggaran belanja tersebut dialokasikan untuk belanja operasional dari target Rp 838,7 Miliar, terealisasi sebesar Rp770,6 Miliar. Sedangkan belanja modal dari target Rp 102,2 Miliar, teralisasi sebesar Rp 95,3 Miliar. Sedangkan pendapatan dari target Rp 931 Miliar,teralisasi sebesar Rp 981,6 Miliar. “ Kalau realisasi pendapatan kita diangka 95,7 persen,” ujarnya.



Gusnan menjelaskan, pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak capai target yakni dari target Rp 81,8 Miliar hanya teralisasi sebesar Rp 44,5 Miliar atau sebesar 53,3 persen. Kemudian pendapatan yang bersumber dari dana perimbangan target Rp 725,5 Miliar tercapai Rp 719,2 Miliar atau 99,8 persen. Sedangkan pendapatan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah dari target Rp 124,1 Miliar tercapaiRp 127,8 Miliar atau 102,9 persen.

Belum maksimalnya PAD Bengkulu Selatan, beber Gusnan diantaranya disebabkan oleh kurang akurasinya data dasar pajak dan retribusi daerah atau kurang valid,pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber-sumber PAD yang belum maksimal, efektifitas penerapan prosedur dan mekanisme administrasi pengelolaan PAD yang belum optimal, kualitas petugas pengelola administrasi PAD yang kurang,dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban juga masih kurang.

“ Kondisi ini akan kami upayakan terus dibenahi serta melakukan pengkajian kembali terhadap perda tentang pajak dan retribusi daerah,” bebernya.

Selanjutnya, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warga Bengkulu Selatan, pemda Bengkulu Selatan telah menjalankan berbagai program diantaranya bidang pertanian telah mengembangkan usaha kebun jagung, kemudian sawah-sawah petani sudah bisa digarap secara maksimal. Di bidang perikanan, pemda Bengkulu Selatan saat ini mulai mengembangkan usaha budidaya ikan patin.

Lalu bidang peternakan dengan mengupayakan pemeliharaan ternak secara intensif. Selain itu di bidang perkebunan, juga terus semakin menggairahkan petani dengan mulai stabilnya harga hasil pertanian warga seperti kelapa sawit. Serta bidang lain juga terus diupayakan, dengan begitu diharapkan kesejahteraan warga Bengkulu Selatan semakin meningkat.

“ Kami harap DPRD Bengkulu Selatan dapat membahas LKPJ APBD 2018 ini, dengan memberikan catatan, saran dan masukan, sehingga menjadi pedoman kami agar ke depan lebih baik lagi,” harap Gusnan.

Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto mengatakan, setelah mendengarkan nota keuangan LKPJ APBD 2018 yang disampaikan langsung oleh Plt Bupati Bengkulu Selatan. Oleh karena itu, pihaknya sudah menggelar rapat kerja, untuk melakukan pembahasan terhadap buku LKPJ APBD 2018 yang disampaikan Plt Bupati BS. Setelah itu, akan diagendakan paripurna terkait LKPJ Bupati terhadap APBD 2018 itu.

“ kami sudah mengagendakan, paripurna terhadap LKPJ APBD 2018 ini kami rencanakan digelar 31 Mei mendatang,” ujar Yevri yang kemudian diakhiri dengan mengetuk palu 3 kali tanda sidang paripurna DPRD Bengkulu Selatan dengan agenda penyampaian nota keuangan LKPJ APBD 2018 ditutup. (369)