Serapan Anggaran, Tak Capai Target

MEDI/Bengkulu Ekspress Seluruh kepala OPD di lingkup Pemerintah Kota Bengkulu mengikuti rapat evaluasi realisasi anggaran tahun 2019 triwulan I, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Realisasi anggaran Pemerintah Kota Bengkulu pada triwulan I 2019 hanya mencapai 4,46 persen. Capaian ini masih jauh dari target yang diharapkan yakni 10 persen.  Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Pajrul Apandi mengatakan, melihat capaian ini maka setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa mengejar ketertinggalan pada triwulan ke II mendatang.

“Memang kita perlu kerja keras untuk mencapai target di triwulan ke II karena di triwulan I masih jauh dari target ditetapkan,” kata Pajrul dalam Rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) di Kantor Walikota, Senin (15/4).

Ia mengungkapkan, secara umum kendala yang terjadi karena banyak keterlambatan penyampaian laporan dari masing-masing OPD.  “Akan tetapi kami tetap optimis ke depan bisa diperbaiki, karena sesuai arahan pimpinan, tetap bekerja sesuai dengan koridor aturan berlaku,” jelasnya.  Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi SE MM menganggap serapan ini masih normal.

“Kita melihatnya masih lumrah. Itu nanti puncaknya di teriwulan 3 dan 4,” kata Dedy.



Namun, ia mengatakan anggaran ini telah diplot ke masing-masing OPD dengan asumsi bisa diserap. Menurutnya, jangan sampai ada pemikiran dari pimpinan menganggap OPD tidak bisa belanja. “Tapi jangan pula membelanjakan secara asal-asalan,” ungkapnya. Dia berharap Forum Tepra bisa dimanfaatkan untuk diskusi. “Jadi rapat ini tidak hanya formalitas belaka,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Marjon MPd berharap untuk 5 OPD yang terbawah harus bisa meningkatkan pencapaian, khususnya di triwulan II, III dan IV nanti sehingga membuktikan bahwa serapan anggaran berjalan maksimal.  “Jangan sampai program sudah dirancang tetapi tidak sesuai dengan capaian,” imbuh Marjon. (805)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*