Serangan Wereng Meluas, Petani Bengkulu Selatan Makin Resah

BERANTAS: Petani saat memberantas hama wereng dengan penyemprotan pestisida.

SEGINIM, bengkuluekspress.com – Serangan hama wereng tidak hanya dirasakan petani sawah di Pino Raya saja, namun sudah meluas di hampir semua hamparan sawah di Bengkulu Selatan (BS). Hal ini sangat meresahkan para petani sawah. Sebab mereka khawatir hasil panen nanti akan turun drastis bahkan bisa gagal. Seperti di Kecamatan Seginim, hampir semua sawah petani di serang hama wereng.

“Keluhan petani sawah saat ini sama yakni serangan hama wereng, termasuk sawah kami juga diserang hama tersebut,” kata Jarman, petani sawah Desa Tanjung Agung, Seginim.

Dikatakannya, hama tersebut menyetang pada batang. Lalu membuat tanaman padi langsung menguning, lalu berganti coklat, dan mati. Bahkan dirinya mengaku sudab melakukan pengemprotan pestisida, namun tidak membuahkan hasil, bahkan serangan hanya ini sepertinya makin mengganas.

“Agak ragu, apakah panen kami akan bagus atau bahkan akan gagal,” keluhnya.

Hal senada dialami petani sawah di Desa Muara Danau, Air Nipis. Saat ini hampir semua sawah petani diserang hama tersebut. Bahkan para petani sudah kewalahan terhadap serangan hama ini. Sebab upaya penyemprotan sudah dilakukan. Namun belum juga ada hasilnya.

“Kami sangat berharap dinas pertanian bisa mencarikan solusi, meskipun hasil panen tidak bisa normal setidaknya jangan sampai gagal,” harap Iwan, petani desa setempat.

Sama halnya dengan petani sawah di Desa Batu Kuning, Pasar Manna yakni di ataran Nanjungan dan Sawah Lembak. Saat ini sebagian besar sawah petani di serang hama tersebut. Mereka juga sangat berharap, dinas terkait dapat mencarikan solusinya untuk mengatasi serangan hama wereng tersebut.
“Disaat musim korona, sawah kami diserang hama wereng, makin lengkap saja penderitaan kami petani, kami sangat berharap pihak terkait dapat segera membantu kami mengatasinya, kalau bisa musim korona ni, produk sawah kami masih normal, setidaknya bisa aman bahan makanan,” ujarnya resah.
Kepala Dinas Pertanian BS, Ir Silustero MM mengaku semua keluhan petani tersebut sudah diterima dan didata. Bahkan sebagian petugasnya sudah mendatanginya dengan memberikan bantuan serta melakukan penyemprotan pestisida secara serentak.
“Kami sudah terima laporan, dan tim kami sudah mulai mendatangi dan melakukan penyemrotan pestisida,” katanya.
Dengan adanya serangan hama wereng ini, dirinya meminta para petani tidak panik. Namun tetap tenang. Dirinya mengimbau para petani tetap menggenangi sawahnya dengan air, agar jangan sampai kering. Kemudian melakukan penyemprotan pestisida pada pagi hari atau sore hari.
” Untuk penyemrotan lalukan penyemprotan di bawah daun(sekitar batang), bukan menyemprot dari atas, agar bisa mengenai hama tersebut, insya allah bisa membasmi hama wereng, setelah itu selalu berdoa pada Allah SWT agar hasil panen tetap maksimal,” harap Silus. (asri)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*