Serang Paru-paru, Sulit Disembuhkan

BENGKULU, BE – Serangan virus flu burung itu, memang sangat kejam dan bereaksi cukup cepat. Jika telah menyerang manusia, penyakit yang dapat menimbulkan kematian itu, dapat menyerang organ vital di dalam tubuh manusia. Terutama, yang digerogoti oleh virus flu burung adalah paru-paru. Jika paru-paru manusia sudah diserang virus flu burung, maka akan sulit untuk disembuhkan. Apalagi jika telah menyerang bagian otak manusia. Maka dapat dipastikan, si penderita tidak dapat untuk bertahan lama hidupnya. “Jika di dalam tubuh manusia, virus flu burung terutama akan menyerang dan merusak bagian paru-paru manusia. Itulah, jika penderita flu burung dengan stadium yang lanjut, sangat sulit sekali disembuhkan,” kata Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, dr Yusdi Zahrias Tazar, M.Kes. Kinerja virus flu burung, sambung Yusdi, jika menyerang manusia akan terlihat sangat cepat beraksi. Setelah satu hari dinyatakan positif menderita flu burung, maka sipenderita akan langsung melihat dampaknya. Seperti, langsung menurutkan stamina, hingga kritis dan meninggal dunia hanya dalam waktu selama 3 hari. “Kita lebih baik mencegah dari pada harus melakukan perawatan terhadap pasien flu burung ini,” terangnya. Dikatakan Yusdi, oleh sebab itu pihaknya telah memasang poster-poster di papan pengumuman, pintu masuk di IGD RSMY dan tempat-tempat strategis lainnya. Hal itu, bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengertian terhadap masyarakat agar dapat terhindar dari flu burung tersebut. “Dengan kita pasang poster di setiap sudut yang strategis, maka masyarakat akan mengerti dan mengetahui soal virus flu burung secara detil,” tambahnya. Sejauh ini, pihak RSMY Bengkulu tengah menunggu hasil dari Laboratorium terkait sampel para suspect flu burung yang hingga kini masih menjalankan perawatan di ruangan isolasi Kemuning RSUD M Yunus Bengkulu. Diperkirakan, dalam sehari dua ini akan diketahui hasilnya. Jika para suspect ini dinyatakan negatif, maka akan dilakukan perawatan di ruangan lain. Sebaliknya, jika positif maka pasien flu burung itu, akan ditangani secara intensif dan pasien harus tetap menjalankan perawatan di ruangan isolasi. “Memang secara teori, virus flu burung yang telah menyerang manusia, tidak akan menular sesama manusia. Namun, kita tetap waspada dengan menempatkan para pendetrita di ruangan khusus.” bebernya.

Ruang Isolasi
Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur H Junaidi Hamsyah memberi perhatian serius terkait munculnya kasus flu burung di Bengkulu. Ia menargetkan pada 2013 di RSUD M Yunus telah memiliki sebuah ruang isolasi khusus menangani pasien penderita penyakit flu burung. “Berdasarkan hasil pertemuan dengan Menteri Kesehatan, jika ada anggaran khusus yang diberikan maka pada 2013 di rumah sakit kita (RSUD) ditargetkan akan dibangun sebuah ruang isolasi khusus yang menangani pasien flu burung,” katanya Junaidi. Ia mengatakan, untuk membangun ruangan khusus yang dilengkapi dengan peralatan khusus bagi pasien flu burung membutuhkan biaya sebesar Rp 20 miliar. Namun, setelah bertemu dengan Menteri Kesehatan, ruangan khusus pasien flu burung tersebut akan segera dibangun. “Menteri Kesehatan akan membantu pembangunan ruangan sekaligus peralatan yang dibutuhkan,” katanya. Paket ruangan dan peralatan khusus menangani pasien flu burung tersebut nantinya direncanakan dapat menampung sekitar lima orang pasien. Peralatan yang dibutuhkan pada ruangan khusus pasien flu burung nantinya seperti ventilator. RSUD M saat ini memiliki dua unit ventilator buatan negara Jerman dengan harga sekitar Rp 7 miliar.

Puskesmas Sukamerindu
Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan seputar flu burung, Dinnas Kesehatan Kota Bengkulu telah menunjuk Puskesmas Sukamerindu sebagai tempat pertolongan pertama bagi masyarakat yang merasakan gejala tersebut. Puskesmas Sukamerindu, dinilai sudah memiliki fasilitas yang cukup untuk pertolongan awal, sebelum meluas. Hal tersebut diungkapkan oleh Kadinkes Kota Bengkulu, drg Mixon Sahbudin, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, drg H Edriwan Mansyur MM. Hal tersebut menurutnya, merupakan sebuah antisipasi melawan flu burung, sebelum korban berjatuhan. “Ini sudah kita tetapkan, untuk sementara waktu memang Puskesmas Sukamerindu yang baru bisa melayani. Untuk selanjutnya secara bertahap, akan kita fasilitasi juga. Dengan ini, kita harapkan masyarakat, tidak perlu sungkan lagi untuk memeriksakan diri,” katanya. Keua PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Cabang Bengkulu ini juga memastikan pemeriksanaan terhadap gejala awal flu burung dilakukan secara gratis. Jika Puskesmas Sukamerindu melakukan pungutan biaya, maka masyarakat bisa melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Sementara itu, Kadis Peternakan dan Pertanian Kota Bengkulu, Ir Arif Gunadi, meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu gegabah dan langsung memvonis flu burung saat badan panas. Terlebih hingga menjauhi penderita yang masih dinyatakan suspect. “Jangan panas sedikit, sudah dikatakan flu burung. Ini bisa saja menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi penderita. Kita akan siap membantu masyarakat, jika membutuhkan disinfectan untuk melakukan penyemprotan, maka akan kita berikan,” janjinya. (111/100/**)