Senpi Bandit Rakitan

Satu pucuk  senpi rakitan jenis revolver bersama lima butir pelui jenis FN aktif saat diamankan Polres
foto:ilustrasi

CURUP, BE – Pasca terjadinya baku tembak antara anggota Polsek PUT dengan bandit yang memiliki senjata api. Petugas dari Polres Rejang Lebong dan Polsek PUT langsung berkoordinasi dengan Kodim 0409 Rejang Lebong untuk memastikan jenis senjata yang dibawa pelaku.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan tersebut, Dandim 0409 Rejang Lebong Letkol Kav Sugi Mulyanto melalui Kasdim Mayor Inf Saldifa memastikan bahwa senjata tersebut merupakan senjata rakitan.

“Meskpun secara kasat mata seperti senjata pabrikan, namun kita sudah pastikan bawah senjata tersebut merupakan senjata rakitan,” ungkap Saldifa.

Menurut Saldifa sebelumnya ia juga sempat mengira bahwa senjata tersebut merupakan senjata pabrikan. Namun setelah pihaknya memanggil tim ahli dari detasmen peralatan (Denpal) yang ada di Rejang Lebong. Pihak memastikan bahwa senjata tersebut merupakan senjata rakita.
“Setelah dibongkar oleh tim ahli dari Denpal, diketahui bila peluncur yang ada didalam senjata tersebut terbuat dari paku sehingga kita pastikan bukan pabrikan, meskipun bentuknya pabrikan,” jelas Saldifa.

Selain itu ia juga menegaskan, bahwa senjata yang digunakan oleh pelaku juga bukan senjata standar yang digunakan oleh TNI. Sehingga bisa dipastikan bahwa senjata tersebut bukan dari milik anggota TNI.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIk melalui Kapolsek PUT Iptu Eka Chandra SH mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. termasuk untuk rekan pelaku yang diamankan pasca terjadi baku tembak antara petugas dan pelaku.

“Untuk rekan pelaku yang berinisial Jd yang kita amankan, masih enggan berbica setiap kita tanya selalu menjawab tidak tahu, bahkan terkait dengan kepemilikan senjata pelaku,” jelas Eka.
Menurut Eka, saat menjalani pemeriksaan rekan pelaku juga mengaku bila keduanya saat dilakukan pemeriksaan sebelum terjadi baku tembak hanya untuk jalan-jalan saja. Dan tidak akan melakukan aksi kriminalitas meskipun membawa senjata api.

“Untuk pelaku yang tewas, memang sudah menjadi target kita karena kita mendapat informasi ia memiliki senjata api, selain itu ia juga seorang pemain sehingga menjadi target kita dalam dua minggu terakhir,” jelas Eka.

Masih menurut Eka, meskipu Jd masih enggan berkomentar banyak, namun pihaknya akan tetap mengamankan Jd. pasalnya saat diamankan jd kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau.

“Meskipun ia tidak mengaku, namun tetap akan kita proses karena kepemilikan senjata tajam saat kita amankan,” tegas Eka.

Mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara tersebut juga menegaskan, meskipun saat ini Jd masih bungkam, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk adanya kemungkinan keterlibatan Jd dalam sejumlah aksi kriminal di kawasan calon Kabupaten Lembak.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Aksi tembak-menembak terjadi di Simpang 3 jalan Lawang Agung Sinar Gunung persisnya di tanjakan menuju ke arah Sinar Gunung Kabupaten Rejang Lebong. Ini terjadi saat kepolisian hendak mengamankan terduga bandit yang kerap meresahkan warga. Satu bandit, Dr (27) warga Desa Lawang Agung Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) tewas setelah terlibat baku tembak. Dua butir peluru petugas bersarang di tubuhnya.

Kejadian baku tembak sendiri terjadi pada Rabu (11/11) sekitar pukul 09.30 WIB di Sawasangn Desa Lawang Agung. Dua butir peluru yang bersarang tersebut masing-masing menembus rusuk bagian kanan serta satu butir lagi di bagian paha kanan pelaku hingga tembus dan mengenai alat kelaminnya. pasca kejadian pelaku sempata dibawa ke RSUD Curup untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kembali kepihak keluarga untuk dibawa kerumah duka dan dimakam. Selain pelaku yang meninggal, petugas juga mengamankan Jd (34) warga Desa Lawnag Agung bersama satu unit sepeda motor jenis Honda Revo yang digunakan keduanya.(251)