Seni Lukis Anak Minim

Melukis (1)
REWA/Bengkulu Ekspress
Ratusan anak-anak mengikuti Kompetensi Seni Lukis Bengkulu di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, Sabtu (21/7).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Seni lukis anak di Bengkulu belum begitu berkembang, bahkan keberadaan seni lukis anak masih bisa dikatakan minim. Padahal melukis mampu meningkatkan potensi otak kanan di diri anak, jika hal tersebut tidak dilakukan sejak dini maka potensi otak kanan yang dimiliki anak akan terancam hilang dan digantikan oleh otak kiri.

Pakar Budaya dan Seni Nasional, Yusuf Susilo Hartono mengaku, kegiatan seni lukis anak-anak di berbagai kota besar sudah sangat berkembang. Akan tetapi untuk Bengkulu sendiri kegiatan seni lukis anak belum terlalu berkembang.

“Banyak penyebab yang menjadikan seni lukis anak tidak begitu populer dan berkembang di Bengkulu,” ujar Yusuf pada kegiatan Kompetensi Seni Lukis Bengkulu di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, Sabtu (21/7).

Penyebab minimnya pengembangan seni lukis di Bengkulu karena minimnya guru seni rupa di sekolah-sekolah. Orang tua juga enggan mendorong anak-anak untuk meningkatkan kreativitas melukis. Selain itu, permasalahan di dalam agama Islam yang melarang umat untuk menggambar mahluk hidup. “Saya rasa semua itu adalah masalah kenapa seni lukis anak-anak di Bengkulu tidak berkembang,” kata Yusuf.

Diakuinya, untuk mengatasi permasalahan tersebut, harusnya guru-guru di sekolah bisa bekerjasama dengan para seniman lukis yang ada di Kota Bengkulu agar seni lukis bisa terus berkembang. Selain itu, para orang tua juga harus bisa membimbing anak-anaknya untuk mencintai melukis karena itu baik bagi perkembangan otak anak.



“Hidup ini selalu seimbang, begitu juga otak manusia, seni itu otak kanan, kalau anak hanya diajarkan ilmu pasti maka mereka akan keberatan otak sebelah kiri dan itu membuatnya tidak seimbang,” jelas Yusuf.

Menurutnya, kekuatan otak kanan bukan berdasar memori. Tidak seperti otak kiri yang harus terus-menerus merekam informasi secara sadar, otak kanan mampu merekam sesuatu secara tidak sadar dan instan seperti kamera foto. Tak hanya bisa menghafal informasi rumit, otak kanan juga bisa menganalisis, menarik kesimpulan, mengerti, dan memahami intisari dari semua itu di saat yang sama. “Melukis itu bagian dari otak kanan, kalau anak bisa diajarkan yang kanan juga maka otaknya akan seimbang dan potensinya menjadi semakin baik,” terang Yusuf.

Ia berharap jangan hanya ajarkan anak-anak potensi otak kirinya saja, tetapi potensi otak kanannya juga harus dikembangakan. Dengan berkembangnya otak kanan dan kiri secara berdampingan akan menciptakan generasi anak yang lebih cermelang. “Kita harus sama-sama peduli pada perkembangan anak untuk menciptakan generasi yang cermelang,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kompetensi Seni Lukis Bengkulu, Rommi Roestam SSN mengaku, banyak upaya yang telah dilakukan oleh pihaknya untuk mengembangkan seni lukis anak di Bengkulu salah satunya dengan menggelar berbagai perlombaan seni lukis tingkat anak. Hal ini dilakukan pihaknya agar mampu menumbuhkan kegemaran anak dalam mengekspresikan diri melalui sebuah karya lukis. “Kami berusaha membuat seni lukis dicintai anak-anak, agar kemampuan anak semakin baik,” tukas Rommi.(999)