Sengketa Lahan Trans Kembali Mencuat

Para Tokoh Masyarakat Kabupaten Seluma kemarin pagi hingga siang berkumpul mengikuti acara Coffee Morning Bersama JajaranILIR TALO, BE – Persoalan sengketa lahan antara warga transmigrasi Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo, Seluma dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta PT AA kembali mencuat. Ratusan hektar lahan garapan warga trans yang bersertifikat hak milik telah dikuasai oleh PT AA dengan kekuatan Hak Guna Usaha (HGU).

Hal tersebut diungkap Kepala Desa Rawa Indah Nur Ali, dalam kesempatan coffee morning bersama Polres Seluma di gedung daerah Serasan Seijoan Tais kemarin (20/12). Kepada Pemkab Seluma, Polres Seluma dan semua jajaran instansi pemerintah yang terkait dengan keberadaan transmigrasi, Nur Ali meminta agar persoalan tersebut diselesaikan dan lahan milik warga dikembalikan kepada pemiliknya.

Menurut Nur Ali, kronologis sengketa lahan tersebut bermula ketika beberapa tahun lalu ketika lahan garapan warga trans sudah ditanami warga dengan kebun kelapa sawit, tiba-tiba di atas lahan yang sama ditanami lagi oleh PT AA. Padahal, kebun milik warga di atas lahan yang sertifikatnya dikeluarkan sejak penempatan warga trans tahun 1980-an itu, pohon kelapa sawit sudah berproduksi.

”Perusahaan mengklaim lahan trans sudah masuk HGU-nya, lalu kebun masyarakat ditanami sawit lagi oleh perusahaan itu,” katanya.
Menyikapi persoalan tersebut, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Seluma, Buhadi SSos mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum pernah mendapat laporan adanya penerbitan HGU di atas lahan trans itu. Namun, ditegaskannya bahwa tidak pernah boleh dibenarkan ada penerbitan HGU lahan di atas lahan garapan transmigrasi. ”Lahan trans itu tidak boleh dialihfungsikan untuk usaha perusahaan apapun. Lahan trans harus diberikan kepada warga trans,” katanya.

Berbeda dengan Buhadi, Kepala Kesbangpol Linmas, Zaimi SPd mengakui pihaknya sudah mendapat laporan soal sengketa lahan tersebut. Namun, sejauh ini persoalan tersebut masih dalam proses upaya persiapan penyelesaian. ”Kasus ini memang ada. Masalah ini harus disikapi,” katanya. (444)