Sempat Hilang, Pelajar Kaur Ditemukan Tewas

EVAKUASI: Anggota Polsek Maje dan warga saat melakukan evakuasi jenazah korban yang meninggal di pondok untuk dibawa ke rumah duka di Desa Wayhawang, Minggu (9/5).

MAJE, bengkuluekspress.com – Sempat dilaporkan hilang selama satu bulan lebih, Nuki Welsandi (16), warga Desa Wayhawang Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, ditemukan tewas. Jasad korban ditemukan warga dengan kondisi sedang bersandar di dalam pondok kebun warga di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje, Minggu (9/5).
“Ya untuk korban yang dilaporkan hilang awal April lalu sudah ditemukan, korban ditemukan sudah meningal dunia di Pondok Kebun. Korban meninggal karena kelaparan karena hilang dari rumah sudah satu bulan lebih,” kata Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH melalui Kapolsek Maje, Ipda Cahya P Tuhuteru S Tr.K, Minggu (9/5).

Dikatakan Kapolsek, korban yang masih bersatus pelajar SMA itu dlilaporkan hilang sejak 1 April 2021 lalu oleh keluarganya. Dimana korban diketahui memiliki riwayat sakit menahun yakni gangguan kejiwaan. Jasad korban ditemukan pertama kali oleh saksi Bangsawan (40) warga Desa Suka Menanti dan rekannya Johendri (39) warga Desa Wayhawang sekitar pukul 10.00 WIB.

Dimana pada saat itu saksi Bangsawan sampai di Pondok saudara Arifin lalu melihat di dalam pondok melalui sela-sela lubang, bahwa korban sedang bersandar didalam pondok tersebut, pada saat itu saksi mengira korban masih hidup, kemudian dia memanggil rekannya Johendri yang sedang berada di dekat pondok tersebut untuk melihat atau mengecek secara jelas korban tersebut, kemudian mereka bersama-sama membuka pondok tersebut dan menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Lalu mereka membawa jenazah korban melalui Sungai Air Noman untuk membawa jenazah tersebut dikarenakan melalui jalur darat susah membawanya. Sesampainya di pinggir sungai, mereka memberitahukan penemuan jenazah korban tersebut ke Polsek Maje, kemudian jenazah dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil patroli Polsek Maje.

“Dari hasil pemeriksaan kita korban meninggal karena memang sakit dan tanda-tanda kekerasan tidak ada ditubuh korban. Pihak keluarga ikhlas dan menerima atas kematian korban karena korban selama masih hidupnya sudah menderita gangguan Jiwa. Juga pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan otopsi,” jelas Kapolsek. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*