Sempat Hilang, 3 Nelayan Kaur Ditemukan Selamat

KUNJUNGI: Wabup Kaur, Herlian Muchrim saat mengunjungi rumah nelayan Desa Pasar Lama yang sempat hilang karena mesin perahu rusak, Minggu (4/7).

KAUR SELATAN, bengkuluekspress.com – Tiga nelayan Pelabuhan Pasar Lama Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur bernama Zainal Aripin (55), Asep Wijaya (40) dan Hendri (25) yang sempat dikabarkan hilang kontak dengan nelayan lain saat melaut menangkap ikan dikawasan rumpon (bembun) Sabtu (3/7) malam.

Beruntung setelah dilakukan pencarian, Minggu (4/7) ketiganya ditemukan ditengah laut sekitar pukul 05.00 WIB. Mereka memancing ikan dirumpon dengan jarak sekitar 40 mil dari teluk pasar lama. Tak pulangnya nelayan ini lantaran mesin mengalami kerusakan.

Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono S IK MH melalui Kapolsek Kaur Selatan AKP Jhoni Silaen SH membenarkan jika tiga nelayan yang sempat hilang itu sudah ditemukan dengan selamat. Dimana ketiganya tergabung dalam satu perahu jenis fiber glas dengan mesin tolak mesin tempel 15 PK. Penyebabnya mesin mereka mati sehingga tak bisa pulang tepat waktu.

“Dari tadi malam ditunggu tak kunjung pulang pagi ini sudah dilakukan pencarian mereka ditemukan selamat. Kini mereka sudah pulang rumahnya masing-masing,” kata Kapolsek, Minggu (4/7).

Dimana hilangnya ketiganya itu setelah sejumlah rekan-rekannya pada Sabtu (3/7) sekitar pukul 17.00.WIB mendarat, namun setelah ditunggu tunggu ketiganya tak kunjung mendarat. Pengakuan beberapa nelayan sebelumnya sekitar pukul 07.30 WIB. Sabtu (3/7) pagi sempat beberapa nelayan melihat mereka masih berada disalah satu rumpon memancing ikan terlihat dari kejauhan. Namun karena cuaca normal beberapa nelayan memisahkan diri dan pulang lebih duluan.

“Kami dari tadi malam sudah menunggu di pelabuhan Pasar Lama ini bersama nelayan, tapi ketiganya tak kunjung pulang, pagi ini kami langsung melakukan pencarian dan mereka kita temukan dengan selamat,” ujar Sukadi (50) nelayan desa setempat.

Pengakuan Zainal Arifin, mereka mengalami kerusakan mesin lantaran soul mesin terbakar. Beruntung Mereka setelah mendayung sekitar 30 menit mereka berhasil meraih salah satu rumpilon dan mengikat perahu kerumpun itu. Mereka tinggal pasrah menunggu bantuan tiba karena tidak bisa berkomunikasi.

“Hp tidak ada sinyal kami tidak bisa berkomunikasi jadi tinggal menunggu jemputan,” ujarnya.
Ditambahkanya, ia tak kuat mendayung sampai daratan hal ini lantaran jarak lokasi rumpon dengan pelabuhan cukup jauh memakan waktu 3-4 jam berlayar dengan kecepatan tinggi. Sehingga semalaman mereka hanya bisa berdoa agar perahu mereka ditemukan oleh nelayan lain.

“Kami sangat berterima kasih sudah dapat pulang dengan selamat,” imbuhnya.

Sementara itu, Wabup Kaur, Herlian Muchrim ST, mendapat kabar ada warga yang telat pulang dan hilang kontak itu, kemarin (4/7) siang langsung mengunjungi rumah ketiganya. Herlian menyambangi langsung nelayan dan mendengarkan langsung cerita nelayan. Dalam hal ini Wabup berpesan kepada nelayan untuk tidak melaut sendirian. Artinya diupayakan dapat selalu beriringan dengan nelayan lain.

“Ini jadikan pelajaran kedepannya jangan abaikan dengan keselamatan tetap upayakan dapat berkomunikasi dengan yang lainnya,” imbau Wabup. (618)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*