Sempat Dicegah Menambang, Anak dan Istri Mimpi Aneh

Duka Keluarga Jimson P Simbolon; Penambang Emas yang Tewas Tertimbun

Suasana duka masih menyelimuti rumah almarhum Jimson P Simbolon alias Roy di Desa Sungai Gerong Kecamatan Amen Lebong. Keluarganya masih tak percaya jika Roy harus pergi selamanya dengan cara tertimbun di lubang tambang emas di Gunung Payo Desa Tambang Sawah Kecamatan Pinang Belapis, Senin lalu (22/10).

Dwi Nopiyanto, Lebong

Raut wajah sedih dan tetesan air mata masih terlihat di wajah Halimah (36). Ia merupakan istri dari Roy yang tewas secara tragis. Halimah tak habis fikir suaminya harus lebih dulu pergi meninggalkan dirinya dan anak-anak.

Diceritakan Halimah, suaminya merupakan sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam menafkahi anak, istri serta mertuanya. Ia seorang muallaf yang taat beribadah. “Bapak itu orangnya sangat sayang sekali sama keluarga.

Kemudian dia juga taat beribadah dan tidak pernah lupa untuk mengingatkan anak-anak untuk salat setiap magrib,” ucap Halimah getir.
Dikatakan Halimah, sebelum suaminya berangkat ke tambang emas, dirinya sempat mencegah karena cuaca saat itu mendung.

Namun, suaminya selalu kepikiran untuk membeli seragam sekolah anaknya yang baru masuk SMA serta membayar cicilan kredit motor. Karena itu suaminya nekat untuk berangkat mencari emas ke tambang.

“Dia itu bisanya berempat

sama adik-adiknya. Tapi dia

pergi sendirian,” tuturnya.

Sehari sebelum kejadian korban tertimbun, anak bungsunya  Desi Rahmayani (7) sempat bermimpi jika kedua orang tuanya bercerai. Selain itu, Halimah pun bermimpi jika kedua tangannya digigit babi dan babi tersebut dibunuhnya.

Namun hal tersebut tidak ditanggapi suaminya. Justru suaminya mimpi itu pertanda baik jika Halimah yang saat ini menderita darah tinggi akan sembuh.”Dia bilang kalau itu tanda saya akan sehat,” cerita Halimah sambil mengusap air mata.
Diketahui korban meninggalkan seorang istri dan empat orang anaknya.

Keempatnya Hasiholan Simbolon siswa SMA kelas III, Febriaman Simbolon siswa SMA kelas I, Clarita Simbolon siswi MTSN, dan Desi Rahmayani siswi SD kelas II SD. Halimah dan suaminya baru sekitar satu tahun berada di Kabupaten Lebong.

Kepindahan suaminya itu ingin merawat mertuanya yang tinggal di Desa Sungai Gerong Kecamatan Amen. Sebelumnya korban bersama anak dan istrinya tinggal di Sibolga Sumatera Utara selama 18 tahun dan korban bekerja di kapal mencari ikan di laut.

Yulia (40) tetangga korban mengatakan jika sosok korban ini merupakan orang yang ramah, baik, sopan dan taat beragama. Selama tinggal di Kabupaten Lebong korban dikenal orang yang suka bergaul dan banyak memiliki teman. “Dia (korban) ini orangnya alim, rajin ke masjid, padahal dia dulu beragama kristen sekarang masuk islam (Muallaf).

Selain itu, orangnya juga ramah, baik dan tidak pernah bermasalah di desa ini. Saya juga sedih dengan adanya musibah ini,” pungkas Yulia.(**)