Seminggu Jual 5 Gram Sabu

BengkuluKOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Pengakuan mengejutkan dari Fe (26) warga Desa Cuko Enau, kaur Utara, Kaur yang dibekuk anggota Satresnarkoba, Senin (16/1) lalu. Pasalnya kepada penyidik Satresnarkoba Polres Bengkulu Selatan (BS), dirinya mengaku dalam setiap minggu atau 5 hari, dirinya berhasil menjual sabu sebanyak   5 bungkus yang masing-masing seberat 1 gram, sehingga total yang berhasil dijualnya 5 gram per lima hari.

“Dari pengakuan Fe, setiap 5 hari  dirinya mampu menjual 5 gram sabu,” kata Kapolres BS, AKBP Ordiva SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Bengkulu Selatan, Iptu Ahmad Khairuman SE saat konferensi Pers dengan awak media, Kamis (19/1).

Menurut Ahmad,  setiap gram sabu dijual Fe Rp 1,5 juta. Sehingga total uang hasil penjualan sabu 5 gram sebesar Rp 7,5 juta. Hanya saja, dari pengakuan Fe, uang hasil penjualan itu, tidak dinikmatinya. Sebab dirinya hanya mendapatkan  upah sekedar makai saja. Pasalnya, dalam setiap transaksi,dirinya juga harus mengeluarkan biaya Rp 50 ribu kepada orang yang mau disuruh mengantarkan sabu.

“Pengakuannya Fe hanya sekedar makai, tidak mendapatkan keuntungan berupa uang,” ujarnya.

Adapun sabu yang dijual Fe berupakan milik Id atau akrab disapa maha guru juga warga Padang Guci, kaur. Hanya saja, Fe tidak bertemu langsung melainkan melalui perantara. Akan  tetapi sabu tersebut dipastikan milik Id. Dalam transaksi tersebut, Fe juga tidak bertemu langsung dengan pembeli, namun dirinya menyuruh orang lain meletakan barang ditempat tertentu sesuai kesepakatan dengan pembeli. Sedangkan pembeli juga  menempatkan uang pembelian sabu juga ditempat yang disepakati.

“Jual beli sabu tidak bertemu langsung, namun sistem peta,” imbuhnya.

Akan tetapi, Fe mengaku,jika semua sabu yang beredar di Bengkulu Selatan merukan dirinya pemasok sabu tersebut. Pasalnya sambung Ahmad, dari keterangan Fe, dirinya tidak setiap minggu menjual sabu. Bahkan dirinya masih pemain baru yang baru satu tahun menjual sabu.  Hanya saja selama ini para pemakai sabu yang ditangkap hanya menyebutkan Fe sebagai pemasok lantaran hanya mengenali Fe saja.

“Bukan Fe saja pemasok sabu di Bengkulu Selatan, masih banyak warga Padang Guci lainnya, Fe hanya salah satunya,” ungkap Ahmad.

Dengan telah berhasilnya membekuk Fe, Ahmad mengaku ke depan akan terus menelusuri teman-teman Fe yang juga sebagai pemasok sabu. Dirinya mengaku akan membekuk semua pemasok tersebut agar ke depan peredaran sabu di BS bisa ditekan.

“Kami akan terus telusuri pemasok sabu di Bengkulu Selatan lainnya, agar ke depan peredarannya bisa di tekan,” terang Ahmad.

Keterangan Dua warga Masih didalami

Sementara itu, dua pria yang berhasil dibekuk anggota Satresnarkoba polres Bengkulu Selatan, Rabu (18/1) dini hari lalu,  yakni  Mi (38) warga jalan R Ali Muchtar RT 03, Kelurahan  Adiaksa Barat, Kecamatan Kerawang Barat, Kabupaten Kerawang dan Jo (26) warga RT 03 Kelurahan Kayu Kunyit, Manna, hingga kemarin masih dalam proses pemeriksaan. Sehingga belum didapat informasi perkembanganya.

“Untuk dua warga yang sudah kami amankan, saat ini belum bisa kami ungkap, sebab kami masih melakukan pengembangan,” kilah Ahmad.

Sebelumnya, kedua pria tersebut dibekuk, Rabu (18/1) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di jalan A Yani Kelurahan Ibul, Kota Manna.  Saat itu, kedua pria tersebut mengendarai satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul BD  BD 2739 BR. Tiba di TKP, anggota satresnarkoba langsung menghadang sepeda motor keduanya, lalu sepeda motor tersebut dihentikan. Saat dihentikan, kemudian langsung dilakukan penggeledahan. Hanya saja saat itu tidak ditemukan barang bukti narkoba. Akan tetapi, setelah anggota Satresnarkoba melakukan penelusuran jalan yang dilewati keduanya, ditemukan satu kotak rokok Sampoerna Mild warna putih dengan jarak sekitar 2 km dari TKP. Setelah dibuka, bungkus rokok tersebu berisi 1 paket kecil yang diduga sabu-sabu yang dibungkus plastic bening. Diduga kedua pria tersebut mengetahui sedang diintai aparat, sehingga sabu tersebut dibuang untuk menghilangkan barang bukti. (369)