Seminar Virtual Kewirausahaan UPP  Kabupaten Rejang Lebong Hadirkan Tokoh Pegiat Kewirausahaan Nasional dan Malaysia

ist/BE
Seminar virtual kewirausahaan yang UPP dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-1 UPP pada tanggal 24 Juli lalu.

CURUP, bengkulu ekspress.com – Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam Dies Natalis ke-1 Universitas Pat Petulai (UPP) pada tanggal 24 Juli 2020 yaitu Seminar Virtual Kewirausahaan. Seminat virtual atau Webinar tersebut menghadirkan Tokoh Pegiat Kewirausahaan Nasional dan Malaysia

Menurut Wakil Rektor 2 UPP, Guswarni Anwar PhD, tema Webinar yang dilaksanakan UPP tersebut adalah “ Membangun Inkubator Bisnis dan Startup Perguruan Tinggi Melalui Kewirausahaan Kreatif Untuk Civitas Akademika”.
“UPP memilih topik seminar tersebut dilatari keinginan UPP menjadi Universitas yang ingin maju dalam bidang kewirausahaan, selain juga ingin mendapatkan Best Practices dari pengalaman para Pembicara Seminar tentang kesuksesan mereka sebagai Pegiat dan Pendamping Kewirausahaan. Hasil seminar akan ditindaklanjuti dengan pembuatan inkubator bisnis UPP dan pembentukan unit-unit kewirausahaan civitas akademika,” terang Guswarni.

Sebagai Pembicara Utama pada seminar tersebut adalah Sandiaga Uno yang terkenal sebagai pebisnis nasional yang sukses, tokoh milenial, pegiat kewirausahaan, dan founder OK OCE, Rumah Kerja, dan banyak UMKM lainnya. Dalam kesempatan itu Sandiaga Uno memaparkan materi tentang Striving for the Entrepreneurship Value, dimana Sandiaga menjelaskan bagaimana caranya bisa mendorong nilai-nilai kewirausahaan bagi masyarakat khususnya kepada generasi muda dan mahasiswa. Hal ini merupakan topik yang penting di masa pandemi saat ini karena banyak usaha dan kegiatan ekonomi yang terdampak krisis.
“Sandiaga meminta agar kita bisa menyikapinya dengan baik dan bisa bangkit dari keterpurukan tersebut. Sebagai pebisnis yang sudah berpengalaman, Sandiaga Uno menawarkan solusi dari semua krisis ekonomi tersebut adalah Entrepreneurship atau Kewirausahaan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kewirausahaan itu bukan profesi, tetapi adalah mindset, dimana kalau kita mendorong kewirausahaan akan mendapatkan kepemimpinan-kepemimpinan yang bisa mendorong pembangunan untuk menggerakkan ekonomi rakyat. Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan hasil penelitiannya yang dipublikasikan di jurnal imiah bahwa nilai-nilai kewirausahaan dan orientasi kewirausaan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja UMKM.

Kegiatan Seminar Virtual tersebut juga menghadirkan Prof Dr Nahiyah Jaidi Faraz, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga merupakan Ketua Inkubator Bisnis UNY, dimana inkubator bisnis UNY meraih penghargaan terbaik nasional ke-1 oleh Dikti
Dalam Prof. Nahiyah memaparkan tentang perjalanan pembentukan inkubator bisnis UNY dan prestasi-prestasi yang didapatkan. Beliau mengatakan untuk membentuk inkubator bisnis yang penting dibutuhkan adalah kemauan dan mindset, dimana ada keinginan dan pola pikir yang kuat (motivasi) untuk membentuk inkubator bisnis di perguruan tinggi. Sasaran inkubator bisnis adalah para mahasiswa terutama kelompok mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah kewirausahaan dan mengikuti PKM, PMW, para alumni, dan masyarakat.

Pembicara terakhir pada Seminar tersebut adalah Prof Madya Dr. Yohan Kurniawan yang merupakan Wakil Dekan Penelitian dan Inovasi Pusat Pengajian Bahasa Dan Pembangunan Insaniah, Universiti Malaysia Kelantan (UMK). UMK dikenal sebagai Entrepreneurship University dimana UMK memfokuskan kegiatan akademik dan lainnya terutama pada kewirausahaan. Dr, Yohan menjelaskan tentang kegiatan Social Entrepreneurship yang dilakukan oleh UMK dimana pihak universitas juga melakukan kerja sama pendampingan bagi kegiatan kewirausahaan masyarakat, selain universitas memfasilitasi kegiatan kewirausahaan bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa.
“Untuk menyiapkan lulusan UMK yang mampu bersaing dalam entrepreneurship secara global, UMK mewajibkan mahasiswa mengambil mata kuliah kewirausahaan, mengadakan training kewirausahaan, juga mewajibkan mahasiswa mengambil mata kuliah bahasa asing selain bahasa Inggris” ujar Dr. Yohan.
Bertindak sebagai moderator dalam Seminar Virtual tersebut adalah Guswarni Anwar, Ph.D yang merupakan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Kerja Sama UPP. Seminar dibuka dan ditutup oleh Rektor UPP, Prof. Dr. Ir. Alnopri, M.S., dihadiri sekitar seribu peserta yang tersebar megikuti melalui platform Zoom, Facebook, dan Youtube UPP yang terdiri dari akademisi dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan Malaysia.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*