Sembuh, Satu Pasien Covid-19 Dipulangkan

IST/BE
Dirut RSHD, Lista Cerlyviera saat memulangkan pasien covid yang sudah sembuh sekaligus memberikan bingkisan berupa buahan dan vitamin.

BENGKULU, bengkuluekspress.com -Satu pasien terakhir yang positif Covid-19 di RSHD Kota Bengkulu atas nama Ettyka akhirnya juga dinyatakan sembuh, menyusul 3 pasien yang sudah lebih dulu sembuh. Direktur RSHD Kota Bengkulu dr. Lista Cherlyviera mengatakan hasil swab pasien sudah keluar dari Dinkes Provinsi Bengkulu dan diterima oleh RSHD Rabu pagi (10/6).

Diketahui pasien ini merupakan salah satu tenaga kesehatan di RSHD itu sendiri. “Iya benar, satu pasien yang sebelumnya positif Covid-19 sudah kita antar pulang ke rumahnya menggunakan ambulance RSHD karena sudah sembuh. Hasil swab yang kita terima pagi tadi di provinsi adalah negatif,” sampai Lista.

Lebih lanjut dijelaskan Lista sejak beberapa hari terakhir sebenarnya pasien sudah menunjukkan perkembangan kesehatan. Namun pihaknya belum bisa memastikan aman karena pada waktu itu hasil swab test belum keluar. Dengan telah dipulangkannya satu pasien terakhir yang sembuh dari Covid-19, saat ini tidak ada lagi pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSHD. Yang masih dirawat hanya 6 pasien yang dinyatakan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang saat ini sedang menjalani karantina di rumah sakit.

“Ada 6 pasien PDP dan ODP yang masih kita rawat di RSHD dan saat ini keenam pasien sudah dilakukan swab. Masih menunggu hasil swab nya apakah positif Covid-19 atau tidak. Mudah-mudahan semuanya negatif,” ungkap Lista.

Sementara itu, Walikota Helmi Hasan merasa bersyukur kepada Allah mendengar kabar bahwa satu pasien terakhir di RSHD Kota Bengkulu yang positif Covid-19 sudah sembuh. “Ini pasien terakhir yang sembuh. Sebelumnya tiga pasien di RSHD sudah sembuh dan kita lepas bersama,” ujar Helmi.

Artinya, kata Helmi virus Covid-19 ini bukan virus yang sangat berbahaya yang harus ditakuti karena kenyataannya bisa disembuhkan dan sudah banyak yang sembuh. “Pesannya adalah Covid-19 ini virus biasa bukan virus mematikan seperti yang awal-awal kita dengar dan lihat dari media sosial. Ini virus biasa, tidak perlu lebai apalagi kita menjadi negatif terhadap orang yang terpapar Covid-19,” kata Helmi.

Pun demikian, sambung masyarakat tetap perlu antisipasi dan waspada dengan menjaga kesehatan tubuh, pakai masker dan jaga jarak. “Ayo kita hidup normal kembali, tapi tetap jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan dan yang muslim diimbau untuk menjaga wudhu 24 jam,” pesan Helmi.

121 Pasien Menunggu Hasil Tes Swab

Sementara itu, sebanyak 121 pasien masih menunggu hasil tes usap tenggorokan atau swab dari Laboratorium RSUD M Yunus Bengkulu. Dimana ratusan sampel swab pasien tersebut dalam waktu dekat akan dilakukan pemeriksaan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, Jaduliwan SE MM mengatakan, saat ini ada 121 sampel swab yang belum diperiksa. Sampel swab tersebut merupakan milik pasien dengan status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan mereka yang reaktif secara rapid test.

“Masih ada 121 sampel swab yang belum keluar. Mereka PDP, ODP, dan yang sebelumnya dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif,” kata Jaduliwan.

Ia mengaku, seperti pengambilan swab sebelum-sebelumnya, untuk mengetahui hasil yang akurat dengan metode PCR, pasien yang hasil swabnya belum keluar mesti banyak bersabar. Walau sampel diambil secara bersamaan, namun hasilnya belum tentu keluar secara bersamaan juga. Hal ini disebabkan banyaknya jumlah sampel yang diperiksa oleh Laboratorium RSUD M Yunus Bengkulu.

“Banyak sampel swab yang diperiksa maka hasilnya juga keluar tidak berbarengan,” tutur Jaduliwan.

Ia menjelaskan, per 10 Juni 2020 jumlah sampel swab yang diperiksa mencapai 1.392 sampel dengan rincian 92 sampel dinyatakan positif, dan 1.300 sampel dinyatakan negatif. Jaduliwan berharap, sampel swab yang belum diperiksa semuanya negatif. Dengan begitu tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif di Provinsi Bengkulu. “Kita berharap tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif, kalau bisa yang positif semuanya segera sembuh,” harap Jaduliwan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni SKM MKes mengatakan, sampel swab yang akan diperiksa di Laboratorium RSUD M Yunus Bengkulu kebanyakan adalah mereka yang hasil rapid testnya reaktif. Bahkan per 10 Juni 2020, jumlah pasien yang reaktif rapid test mencapai 171 orang. “Sampel swab yang belum kita periksa kebanyakan itu yang reaktif rapid test,” kata Herwan.

Herwan mengaku, hampir setiap hari ada tambahan pasien yang reaktif rapid test. Bahkan per 10 Juni 2020 dilaporkan sebanyak 5 orang reaktif rapid test dengan rincian 2 orang dari Kabupaten Rejang Lebong dan 3 orang dari Kota Bengkulu.

“Meskipun mereka dinyatakan reaktif, akan tetapi hasil swab bisa negatif, kita tunggu saja,” tutupnya.(999/805)