Sembako Murah Diserbu Warga

SERBU - Warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Pagar Jati tampak antusias menyerbu sembako murah yang dijual oleh Dinas Disperindagkop dan UKM Kabupaten Benteng
Bakti/Bengkulu Ekspress
BAZAR: Warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah antusias menyerbu sembako murah yang dijual oleh Dinas Disperindagkop dan UKM Kabupaten Bengkulu Tengah, kemarin (6/6)

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mendapatkan respon positif dari masyarakat. Masyarakat terlihat antusias membeli berbagai produk yang dijual.



“Sesuai dengan rencana, operasi pasar kami lakukan di 2 kecamatan, yakni di Desa Pagar Jati Kecamatan Pagar Jati pada Senin (5/6) dan Desa Merigi Kelindang Kecamatan Merigi Kelindang pada Selasa (6/6). Terlihat, animo masyarakat cukup besar dalam membeli sembako yang kami bawa,” kata Sekretaris Dinas Disperindagkop dan UKM Kabupaten Bengkulu Tengah, Hj Sri Yurdaniyah MSi, kemarin (6/6).

Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa sembako yang dijual memang memiliki harga yang sedikit lebih murah dari harga yang ditawarkan oleh pedagang yang ada di pasaran. Hal ini dikarenakan sembako yang dijual berasal dari distributor.

Yakni, beras seharga Rp 16 per cupak, gula pasir Rp 11 ribu/Kg, minyak goreng kemasan Rp 11 ribu/kg, telur ayam ras Rp 40 ribu/karpet, gula aren Rp 20 ribu/karpet, sirup ABC seharga Rp 11 ribu/botol, tepung terigu Rp 7 ribu/kg, sagu Rp Rp 5,5 ribu/kg, bawang merah Rp 38 ribu/kg serta bawang putih senilai Rp 18 ribu/kg. “Untuk barang yang dijual, kami telah bekerjasama dengan distributor dan pihak Bulog Divre Bengkulu. Alhamdulillah, sembako yang dijual harganya lebih murah,” jelasnya.

Menurut Sri, operasi pasar merupakan momentum bagi Pemda Kabupaten Benteng untuk menjajakan sembako murah kepada masyakat.

“Operasi pasar merupakan agenda rutin yang dihelat setiap tahun. Diharapkan, kedepan akan ada anggaran khusus agar penyediaan sembako bisa lebih murah dan disubsidi oleh Pemerintah Daerah (Pemda), yakni menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” tandasnya.(135)