Sembako Merangkak Naik

Warga di Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara (BU)  sudah merasakan dampak isu kenaikan BBM. Pasalnya, BBM baru mau dinaikkan, harga sembako di pasar sudah merangkak naik duluanARGA MAKMUR, BE – Isu kenaikan harga BBM yang terus menghangat akhir-akhir ini, kini berdampak pada kenaikan harga sembako di pasar-pasar di wilayah Bengkulu Utara (BU). Hingga kemarin, Dinas Perindag BU sudah mendapat data pasti soal kenaikan harga tersebut.
Seperti daging ayam dari harga Rp 30 ribu menjadi harga Rp 35 ribu per kilogram (kg), harga minyak sayur curah dari Rp 9 ribu menjadi Rp 11 ribu per kg, bawang putih Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg, bawang merah Rp 28 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg, cabe merah Rp 25 ribu menjadi Rp 32 ribu per kg. Sedangkan harga lainnya masih normal.
Kepala Dinas Perindag BU, H Yarmidal SE MM mengatakan, kenaikan harga tersebut tergantung pada kebutuhan masyarakat. Jika kebutuhan masyarakat semakin meningkat, maka harga pasar juga meningkat. Karena sesuai dengan hukum pasar. Untuk mengatasi spekulan dalam memanfaatkan dua momen, antara kenaikan BBM dan memasuki bulan puasa, Dinas Perindag akan berencana melakukan operasi pasar murah dengan menjual harga sembako murah untuk kebutuhan masyarakat.
“Kita belum tentukan dimana titiknya namun paket sembako tersebut diperkirakan ratusan paket sembako, dan ini kita lakukan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat,”
ujar Yarmidal.
Sementara pedagang di salah pasar, Liza (40) mengatakan, kenaikan harga sembako yang dijual pasar, murni tidak diketahuinya, karena harga tersebut sudah mengalami peningkatan dari distributor, jadi mau tidak mau para pedagang juga harus menaikkan harga eceran dipasar.
Terpisah, terkait kenaikan harga BBM, Idris selaku operasional SPBU mengatakan meskipun isu kenaikan harga BBM namun untuk pelanggan pengguna BBM baik BBM subsidi dan non subsidi berjalan seperti biasa, dan tidak pernah terjadi anteran panjang, dan stok BBM pun lancar.
“Naik tidaknya harga BBM, nampaknya tidak terpengaruh pada masyarakat, dan sampai saat ini baik BBM dan pengguna BBM tetap normal, tidak terjadi antrian panjang,” singkat Idris. (117)