Semangat Bengkulu Dipuji

RIO-SEMINAR HARI PERS-PWI (35)BENGKULU, BE – Ketua Umum PWI Pusat Margiono mengatakan sangat terkesan  dengan penyambutan kedatangannya di Bengkulu. Dia mengatakan, memang Bengkulu paling siap menyelenggaran HPN 2014, dibuktikan dengan semangat Pemprov Bengkulu, PWI Cabang Bengkulu dan masyarakat Bengkulu. “Bengkulu luar biasa. Belum diputuskan sebagai tuan rumah HPN 2014, sudah klaim seolah sudah resmi menjadi tuan rumah,” kata Margiono, kemarin.

Dengan melihat semangat tersebut, mudah-mudahan Bengkulu menjadi tuan rumah penyelenggaraan HPN 2014 nanti. Semangat tersebut, sudah terlihat sejak awal penyambutan PWI Pusat dan Dewan Pers, hingga acara peringatan Hari Pers Daerah. “Mudah-mudahan HPN 2014 secepatnya disahkan di Bengkulu, meski harus melengkapi beberapa persyaratan lagi” katanya.

Dia mengatakan, HPN 2014 memang sangat strategis, karena bersamaan dengan tahun pemilu, dan tahun terakhir kepimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Sehingga akan dimanfaatkan oleh pemerintah pusat untuk memanjakan daerah, dimana Presiden akan meninggalkan  sejarah terbaik bagi dunia pers, terutama bagi tuan rumah penyelenggara,” katanya.

Margiono juga melihat, Provinsi Bengkulu sebagai daerah yang luar biasa bagus. Tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya. Hanya saja belum masimalnya mengkomunikasikan potensi-potensi daerah dengan pihak luar. “Makanannya saya sangat  cocok, suasanya sangat luar biasa. Dan sambutannya lebih bagus dari daerah lain, dimana sebagai disambut dengan tarian selamat datang,” katanya.

Dia mengatakan pers memiliki rambu-rambu dan kode etik. Tapi, sayangnya hampir 50 persen wartawan di Indonesia tidak pernah membaca kode etik. Sehingga cenderung melanggar kode etik dalam pelaksanaan tugasnya.

Menurutnya, PWI sedang mengupayakan mengatasi masalah tersebut, dengan melakukan seleksi wartawan melalui uji kompetensi. “Kaitannya dengan pembangunan pers harus memberikan manfaat. Provinsi Bengkulu yang idah, cuma kurang mengkomunikasikan dengan pihak luar, inilah tugas pers. Ujung dari tugas pers, harus bermanfaat bagi masyarakar,” katanya.

Ketua PWI Cabang Bengkulu Sukatno SPd dalam sambutannya mengatakan permohonannya kepada PWI Pusat  agar Bengkulu diberi kepercayaan  jadi tuan  rumah HPN  2014.”Kita meminta dan memohon Bengkulu diberi kepercayaan menjadi tuan rumah HPN 2014, dan akan terus melaksanakan pembenahan,” katanya.

Dia mengatakan selama ini, Bengkulu sudah mengirimkan tim untuk melakukan studi banding ke daerah lain penyelenggaran HPN seperti di Jambi dan Manado. “Kita diam-diam sudah melakukan evaluasi, mana yang buruk dan mana yang baik,” katanya.

Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah mengatakan jika Provinsi Bengkulu sudah sangat siap menjadi tuan rumah HPN 2014. Dia mengatakan, Bengkulu memiliki beberapa pengalaman menyelenggarakan event nasional, seperti penyelenggaraan STQ 2004, Jambore Pemuda Indonesia (JPI) 2009. MTQ 2010, dan Rakernas SIWO PWI 2012. “Kami menegaskan lagi kepada Ketua PWI Pusat, dan Dewan Kehomatan PWI, untuk menetapkan secara resmi penunjukan Bengkulu sebagai tuan rumah HPN 2014, agar Bengkulu terus melakukan persiapan-persiapan,” ujarnya.

Dia mengatakan, sangat yakin dengan HPN yang akan dihadiri ribuan wartawan se Indonesia, maka potensi di Bengkulu bisa diangkat ke tingkat nasional melalui tulisan wartawan. Baik dari sektor pembangunan fisik dan non fisik serta berbagai obyek wisata yang dimiliki sepuluh kabupaten/kota.  Selain potensi perkebuunan, Bengkulu juga memiliki daya tarik wisata tersendiri. “Sehingga  sangat perlu di promosikan secara besar-besaran,” katanya.

Pembukaan HPN 2013 di Bengkulu dihadiri seluruh  Forum Komunikasi Daerah  Bengkulu, Pimred,  wartawan, mahasiswa dan masyarakat. Masyarakat Bengkulu, sangat antusias dan mendukung dilaksanakan peringatan HPN  2014 di Bengkulu. Ketua Umum PWI Pusat Margiono juga menandatangani sebagai tuan rumah HPN 2014.

Gaet APBN Rp 7 Triliun
Salah satu target Provinsi Bengkulu menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2014  adalah menggaet APBN sebesar Rp 7 triliun mengucur ke Bengkulu untuk membantu mempercepat pembangunan di Provinsi Bengkulu. Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, meminta agar Ketua PWI segera menetapkan Bengkulu menjad tuan rumah HPN.

Dia mengharapkan pengurus PWI pusat segera menetapkan penyelenggara HPN 2014 mendatang. Meninggat Provinsi Bengkulu sudah melakukan semua perisapan mulai dari bandara, dan penginapan. “Jika HPN benar di gelar di Bengkulu maka banyak sekali keuntungan yang didapatkan, bukan hanya terkenal sebagai tuan rumah HPN saja. Kita menargetkan anggaran sebesar Rp 7 triliun bisa dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan Bengkulu, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” kata Junaidi.

Ia menyadari jika permintaanya ini setengah memaksa, karena even ini merupakan kesempatan yang paling bagus untuk mempromisikan objek wisata di Bengkulu. Keinginan dari Provinsi Bengkulu bisa menjadi tuan rumah HPN sudah sejak 2011 lalu saat pelaksaan HPN di Kupang. Harapan itu sempat muncul pada HPN 2012 di Jambi, namun pupus karena adanya pemerataan wilayah Timur dan Barat. Kesiapan HPN ini, menurut gubernur akan dipaparkan kepada PWI pusat enam bulan sebelum HPN 2014 digelar.

“Jika Bengkulu jadi tuan rumah HPN ini maka Kita akan menyiapkannya sejak dini, namun perlu dukungan dari pemerintah pusat. Dan Kita berhatap bisa menajdi tuan rumah yang baik nantinya,” pungkasnya.(100)