Seluma Surplus Beras

Panen Raya dalam rangka mendukung Upsus swasembada pangan di Kabupaten Seluma, kemarin (25/1).
Panen Raya dalam rangka mendukung Upsus swasembada pangan di Kabupaten Seluma, kemarin (25/1).

SUKARAJA, Bengkulu Ekspress – Kebijakan impor beras yang bakal diterapkan Pemerintah RI, dipastikan tidak akan berdampak pada petani di Kabupaten Seluma. Bumi Serawai Setungguan ini dipastikan mengalami surplus beras. Mengingat selama tiga bulan kedepan seluruh petani di daerah ini memanen padi mereka.

“Kita bisa pastikan Seluma kelebihan beras dan justru saat ini beras seluma sudah dikonsumsi oleh warga Kota Bengkulu,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma Marah Halim SP MP MSi kepada BE saat panen raya padi di Desa Air Petai, Kecamatan Sukaraja, kemarin (25/1).

Saat panen raya tersebut sawah yang dipanen mencapai 21.913 hektar. Bila dikalikan jumlah rata-rata produksi per hektar mencapai 5,5 ton, menghasilkan sebanyak 131.5 21 ton gabah kering dikali 0,2 nilai persentase penyusutan sehingga menghasilkan 81.543.33 ton beras.

Dari data yang ada luas tanam di Seluma mencapai 25.172 hektar. Surplus terjadi di kawasan lumbung padi. Seperti pada Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Seluma Selatan dan Kecamatan Semidang Alas Maras(SAM). Di dua kecamatan ini mayoritas petaninya sekitar tiga bulan kedepan memanen padi mereka yang sudah di tanam November lalu. Bahkan kebutuhan beras di kecamatan ini sudah melimpah, Sehingga kecamatan tetangga juga mengkonsumsi.

“Persawahan ada yang dua kali dalam setahun dan ada juga tiga kali dalam setahun tergantung akan curah hujan dan pasokan air,”sampainya.

Ditambahkan, dengan berkembang informasi rencana pemerintah mengimpor beras, diharapkan kondisi itu tidak akan berdampak ke Kabupatem Seluma. Namun jika harga gabah yang mencapai Rp 14 ribu justru membuat petani lesu. Jika harga gabah mencapai Rp 16 ribu justru petani sudah sangat bersemangat dalam bertanam dan merawat persawahan mereka.

“Sampai saat ini beras di seluma harganya normal dan tidak ada kenaikan dan kelangkaan beras. Impor beras akan berdampak kepada para petani dan jelas akan merugikan petani,” imbuhnya.
Sekalipun surplus beras, ada sejumlah keluhan di kalangan kelompok tani di Kabupaten Seluma. Seperti keluhan sumber air untuk pengairan sawah yang tidak memadai membuat petani hanya mampu menanam sebanyak dua kali dalam setahun dan mengandalkan air hujan.Kondisi itu terjadi di Desa Air Petai, Kecamatan Sukaraja yang luas bentang sawahnya saat ini 43 hektar.

“Memang permasalahan air dan tidak adanya irigasi membuat keluhan dari petani. Hal itu akan di tingkatkan mengingat saat ini Kodim 0425/Seluma juga ikut berupaya untuk meningkatkan hasil pertanian,” ucapnya.
Peningkatan produksi beras terus dilakukan di Kabupaten Seluma. Dengan adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Seluma berupa bantuan unggul benih padi ber sertifikat dan program subsidi benih. Selain itu ditambah dengan adanya program bantuan Alsintan dan ketersediaan pupuk dan pembangunan fasilitas pertanian.

“Bertahap peningkatan terus dilakukan dengan memberikan perhatian kepada petani ini,”ujarnya singkat kemarin.(333)