Selisih Dana Sertifikasi Guru Mau ‘Didamaikan’

KEPAHIANG, BE – Kabar tak sedap beredar seputar kasus selisih dana tunjangan sertifikasi bagi 82 guru tahun 2011. Ada upaya ‘perdamaian’ agar masalah tersebut tak perlu melebar dan bergulir ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.
Ini setelah Kadis Dikpora Kepahiang Mansori SH MH diketahui secara diam-diam bertemu dengan politisi di DPRD Kepahiang. Pertemuan ini dilakukan dan difasilitasi Ketua DPRD Ir Rokadi Imansyah di ruang kerjanya.

Berdasarkan informasi, Mansori datang ke DPRD Kepahiang untuk bertemu dengan anggota dewan Drs Ahmad Rizal yang bersuara lantang akan memperkarakan temuan selisih dana itu.

Kadis Dikpora Kepahiang Mansori SH MH ketika dikonfirmasi mengakui dirinya baru saja menghadap Ketua DPRD Kepahiang untuk menjelaskan beberapa hal. Salah satunya menyangkut selisih tunjangan sertifikasi tersebut.

“Mengenai masalah ini kita tidak pernah melakukan pemotongan tunjangan sertifikasi itu. Jangankan untuk memotong. Melihat uang itu saja kita tidak pernah karena langsung dicirkan dari pusat melalui rekening masing-masing guru. Peran kita hanya menandatangani semacam surat pengajuan untuk pencairan ke pusat. Setelah itu kita tidak tahu apa-apa lagi menyangkut pencairan,” ungkap Mansori.

Dikatakannya, walaupun demikian pihaknya tetap berupaya untuk menyelesaikan masalah itu. Selisih tunjangan itu merupakan utang negara. Maka dari itu beberapa waktu lalu 82 orang guru itu diundang agar segera melengkapi berkas untuk pengajuan kekurangan tunjangan.

“Sayangnya yang menghadiri undangan kita hanya sekitar 30 orang guru saja dari total 82 orang. Itupun ada yang tidak tahu tunjangan yang mereka terima itu kurang. Namun kita tetap meminta mereka untuk melengkapi berkas agar bisa diajukan sehingga nantinya hak mereka bisa terpenuhi,” kata Mansori.

Disinggung kapan kekurangan tunjangan tersebut bisa direalisasikan, kemungkinan tahun 2013 mendatang kekurangan itu bisa dicairkan. Namun semua itu tetap butuh proses dan pihaknya berharap para guru harus tetap bersabar. “Yang jelas tadi (kemarin, red) hal itu sudah saya jelaskan. Bahkan sudah beberapa kali. Dengan demikian kita beritikad baik untuk berupaya menyelesaikan permasalahan itu agar hak guru terpenuhi,” ujar Mansori.
Sementara itu anggota DPRD Kepahiang Drs Ahmad Rizal MM ketika dikonfirmasi tidak dipertemukan dengan Kadis Dikpora Kepahiang, tetapi hanya menghadap Ketua DPRD saja.

“Saya hanya bertemu ketua DPRD saja,” kata Rizal yang tampak enggan berkomentar soal pertemuan itu. Sayangya hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Kepahiang Ir Rokadi Imansyah belum berhasil dikonfirmasi menyangkut kabar dipertemukan antara keduanya yang diduga berkaitan dengan selisih tunjangan sertifikasi guru di Kepahiang ini.(505)