Seleksi Polri Transparan

Kapolda menandatangani pakta integritasBENGKULU, BE – Calon taruna yang mengikuti seleksi penerimaan Polisi Republik Indonesia (Polri) di Provinsi Bengkulu telah mencapai 2.906 orang. Dalam proses penerimaannya Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Bengkulu, M Ghufron menjamin bahwa baik tahapan seleksi maupun hasilnya nanti akan dilakukan secara terbuka atau transparan, yang bisa ditanyakan langsung kepada Kapolda selaku penanggung jawab serta kepada para panitia.

Hal ini disampaikannya dalam acara penandatanganan pakta integritas dan sambutan Kapolda Bengkulu kepada orang tua/wali peserta seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu, (Akpol, Brigadir, dan Tamtama) tahun Anggaran 2015 di gedung serba guna Universitas Bengkulu, kemarin.

“Kami akan lakukan secara terbuka untuk semua penilaian baik kesehatan, jasmani, psikologi, akademik dan semua tahapan termasuk hasil akhir, untuk bisa diakses oleh masyarakat luas,” papar M Ghufron kepada semua orang tua siswa yang hadir.

Kemudian, dia juga menegaskan bahwa Kapolda berkomitmen dalam menyampaikan pakta integritas, karena semua kegiatan kepolisian di Bengkulu menjadi tanggung jawab Kapolda, termasuk adanya penyimpangan. Dan menjamin semua tahapan sesuai dengan peraturan dan tepat waktu dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Saya dan pihak panitia berkomitmen untuk menjamin seluruh rangkaian kegiatan seleksi Polri ini secara terpadu, sanggup untuk menjunjung tinggi dan menjaga citra Polri yang bersih, transparan serta dipercaya oleh masyarakat,” terangnya.

Hal ini dilakukan agar tidak ada satupun dari para siswa maupun orang tua yang merasa di zalimi, atau dianiaya, serta tidak merasa dicurangi karena tidak memberikan suap untuk lulus mengikuti pendidikan di kepolisian, hingga pada akhirnya para calon tidak merasakan kekecewaan yang mendalam.

Selain itu dia juga menjelaskan, dalam proses rekrutmen/seleksi diharapkan tidak terjadi penyimpangan seperti kolusi, korupsi, dan nepotisme agar bisa terlihat mana yang berkualitas dan mana yang belum berkualitas. Sehingga dari jumlah 2.906 ini pada akhirnya akan diambil yang sesuai dari kriteria dan kualitas yang diharapkan oleh kepolisian negara Republik Indonesia.

“Kami menyiapkan panitia yang berasal dari anggota Polri, baik dari eksternal dan pengawas secara formal, agar penyimpangan tidak terjadi, dan menambah kualitas dari penerimaan yang dilaksanakan” ungkapnya.

Kemudian masyarakat maupun awak media untuk bisa berperan dalam mengawasi jika adanya penyimpangan, suap menyuap, maupun hal-hal yang tidak wajar lainnya dalam proses seleksi Polri ini, agar tidak ada sedikitpun celah untuk melakukan kecurangan.

“Bagi siapa pun yang melihat suatu tindakan penyimpangan, silakan laporkan ke kami, untuk segera beri tindakan tegas, seperti hukum pidana termasuk polisi,” tambah Ghufron kepada BE, kemarin.

Dalam acara tersebut dihadiri sekitar 5412 orang antara calon taruna dan orang tua calon taruna, untuk Akpol sebanyak 89 calon, sedangkan Brigadir berjumlah 2.217 calon, dan Tamtama sebanyak 600 calon. (cw3)