Seleksi Camat dan Lurah Ditunda

BACALEG
Foto : Ist

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Rencana Pemerintah Kota Bengkulu untuk melaksanakan open bidding atau seleksi camat dan lurah akhirnya ditunda.  Sebelumnya, Pemkot merencanakan seleksi pasca pemilu, namun karena membutuhkan biaya yang cukup besar akhirnya ditunda.  “Untuk APBD 2019 anggarannya belum tersedia, kemungkinan besar open bidding belum terlaksana tahun ini, insya Allah tahun depan,” kata Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi SE MM, kemarin.

Namun, pihaknya masih mengkaji terkait rangkaian yang dilakukan dalam proses open bidding tersebut sekaligus mempersiapkan anggaran dalam APBD 2020 mendatang. “Intinya untuk evaluasi pejabat tetap kita lakukan secara berkala, tetapi untuk pelaksanaan open bidding masih terus kita kaji,” ungkapnya.

Untuk diketahui, posisi jabatan Camat dan Lurah memang menjadi fokus Walikota dan Wakil Walikota untuk dilakukan perombakan, namun dilakukan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Adapun cara yang dimaksud yakni dengan berbagai rangkaian layaknya seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), mulai dari pendaftaran, tes kejiwaan, tes psikologi, tes narkoba dan sebagainya. Kemudian masuk ke tahapan uji kompetensi, dan dari jumlah peserta yang lulus nantinya, akan menyampaikan visi misi di depan masyarakat di wilayah kecamatan dan kelurahan masing-masing.

Selain itu, Baperjakat juga turut menyaksikan penyampaian visi misi dan program oleh calon Camat dan Lurah tersebut dan melakukan penilaian dengan memperhatikan tanggapan dari masyarakat. Dengan demikian, penetapan Camat dan Lurah atas keinginan dari masyarakat itu sendiri. Dengan demikian, ada kedekatan antara pemimpin dengan warga yang dipimpin.

“Harapan kita, calon Camat dan Lurah ini harus menguasai dan mengenal betul wilayah yang akan dia pimpin. Kemudian memahami karakter masyarakatnya, keunggulan dan kelemahan daerahnya. Karena itu, Camat dan Lurah juga berbasis kewilayahan dalam konteks domisili atau tempat tinggal. Bisa berdomisili di kelurahan atau kecamatan yang akan dia pimpin atau berdomisili di wilayah tetangga. Sehingga jika terjadi persoalan bisa cepat dikendalikan karena sudah ada kedekatan komunikasi dengan warga,” pungkas Dedy. (805)