Selamat Bekerja Helmi-Dedy

RIBUAN masyarakat Kota Bengkulu kembali menaruh harapan besar kepada H Helmi Hasan SE selama 5 tahun kedepan yang terpilih kembali sebagai Walikota periode 2018-2023. Selain itu, Wakil Walikota terpilih Dedy Wahyudi SE MM juga diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan baik dalam menata dan membangun Kota Bengkulu.

Adapun visi pasangan Walikota dan Wakil Walikota ini yakni Kota Bengkulu yang bahagia, religius, APBD untuk rakyat, yang diletakkan sebagai fondasi yang lebih kuat bagi Kota Bengkulu yang adil dan makmur.

Dalam mengimplikasikan visi ini ada beberapa misi yang harus dijalankan, pertama mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dengan memayungi semua kebijakan, program dan kegiatan dibidang pemerintah, hukum, politik dan ketertiban umum.

Kedua, mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan memayungi semua kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah dibidang infrastruktur perkotaan, energi dan sumber daya mineral, lingkungan hidup, miligasi bencana, pariwisata, kehutanan, perhubungan, komunikasi dan informatika.

Ketiga, Mewujudkan masyarakat cerdas, sehat dan berakhlak mulia, dengan cara memayungi semua kebijakan, program dan pembangunan daerah dalam bidang agama, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, kebudayaan, kepemudaan olahraga serta pemberdayaan perempuan, anak dan lansia serta bidang kependudukan.

Keempat, membangkitkan ekonomi kreatif dan iklim usaha yang kondusif, dengan memayungi semua kebijakan bidang investasi, perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha kecil menegah, pariwisata, pertanian, ketenagakerjaan dan keuangan daerah.

Menurut pandangan, Pengamat Politik UNIB, Drs Azhar Marwan MSi jika dilihat kembali masa pencalonan Pilwakot 2018 lalu, Helmi Hasan merupakan calon pertahana yang memenangkan pertarungan politik atas lawannya. Akan tetapi, harus disadari dari jumlah mata pilih yang ditetapkan KPU sebanyak 230.169, Helmi-Dedy hanya mampu menang dengan perolehan suara 42 ribu atau 32 persen. Sedangkan, angka partisipasi pemilih pada waktu itu tergolong rendah bahkan yang golput mencapai 45 persen.

“Kemenangan ini memang menjadi sejarah baru karena pertama kali 2 periode, ini artinya menjadi tantangan beliau (Helmi) menunjukkan kinerja 5 tahun kedepan. Banyak hal yang harus dilakukan untuk meyakinkan sebagian besar masyarakat yang awalnya tidak memilih dia,” kata Azhar.

Ia juga menjelaskan, meski dalam masa kampanye sudah mengumbarkan beberapa janji politik baru, namun juga harus diingat bahwa masih banyak program atau janji-janji pada periode pertama yang belum terwujud secara maksimal. Tak hanya itu, banyak juga hal-hal atau kasus hukum yang dilakukan oleh beberapa pejabat di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu yang berdampak terhadap kerugian negara.

Sehingga, diharapkan 5 tahun kedepan dapat menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Kemudian, yang menjadi tantangan lainnya adalah tata kelolah keuangan yang diwujudkan dalam opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang dikeluarkan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kemudian, dibidang infrastruktur dasar yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat misalnya jalan, jembatan, kebersihan lingkungan, penataan terminal, tempat pembuangan sampah, penataan serta pengelolaan pasar dan pelabuhan.

Begitu juga perbaikan dari bidang-bidang lainnya yang sebetulnya masih menjadi PR besar bagi Helmi-Dedy.  ” Ekspektasi masyarakat juga tinggi, maka dalam 2 periode orang juga akan melihat apakah beliau tadi bisa mewujudkan cita-cita atau tidak. Hal ini tentu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Dan Helmi-Dedy juga harus bisa menciptakan tingkat kepuasan, sehingga orang-orang yang tadinya tidak mendukung, berubah menjadi mendukung sepenuhnya,” papar Azhar.

Jika dilihat secara kasat mata, selama 5 tahun masa kepemimpinan H Helmi Hasan SE bersama pasangan pertamanya Ir Patriana Sosialinda memiliki perubahan yang cukup signifikan terutama dari segi infrastruktur dasar perkotaan. Manfaat dari perbaikan infrastruktur tersebut sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat umum, karena sudah ribuan jalan baik jalan protokol maupun jalan lingkungan pemukiman yang diperbaiki dengan kualitas hotmix. Begitu juga perbaikan drainase, dan trotoar yang dihiasi dengan lampu jalan yang cantik.

Tokoh Masyarakat Bengkulu, Panca Dharmawan SH MH menyampaikan dengan terpilihnya Helmi-Dedy pada periode kedua menunjukkan bahwa misi atau program pembangunan yang dikerjakan 5 tahun sebelumnya cukup disenangi oleh sebagian besar masyarakat, meski ada beberapa program atau janji politik yang belum terwujud secara maksimal.

Maka masa kepemimpinan 5 tahun kedepan, menjadi kesempatan besar bagi Helmi-Dedy untuk menuntaskan program lama yang belum terselesaikan maksimal, dan bisa mewujudkan program-program baru lainnya. “Masalah lampu jalan yang belum terselesaikan dari 5 tahun yang lalu, kemudian masalah tenaga kerja yang belum terserap maksimal. Kemudian, masalah perekonomian, serta penyeimbangan antara tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal, yang bisa dibuat aturan baru atau perwal tentang tenaga kerja,” ujar Panca.

Selain itu, yang menjadi pertanyaan besarnya adalah mau dibawa kemana Kota Bengkulu kedepan?, sebab menurutnya sejauh ini Kota Bengkulu belum menemukan titik terang atau arah yang jelas pembangunan Kota Bengkulu.

Karena, ada 2 potensi yang bisa ditonjolkan dari Kota Bengkulu yakni sektor Pariwisata dan sektor Perindustrian. Hanya saja, upaya yang dilakukan pemerintah selama ini belum terwujud maksimal dalam pengembangan 2 sektor tersebut.

“Kita mengharapkan Pak Walikota baru kita ini mempunyai suatu unggulan, jika mengarah ke sektor Pariwisata maka mulai sekarang semua pendanaan, semua pembangunan dan lainnya harus difokuskan ke pariwisata, dan diperjuangkan betul. Sehingga, akan ada hasil yang luar biasa nantinya,” sampai Panca yang juga menjabat Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bengkulu ini.

Pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM), Kota Bengkulu banyak berharap, Helmi-Dedy nanti bisa memberi kemudahan bagi dirinya terutama untuk penambahan modal. Salah satunya seperti disuarakan oleh Ida, salah seorang warga Sawah Lebar, Kota Bengkulu. Wanita yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari sebuah warung kecil tak jauh dari rumahnya tersebut, berujar kedepan ia berharap pemerintah bisa lebih memberi perhatian kepada nasib pedagang bermodal pas-pasan seperti dirinya.

Misalnya saja ada kemudahan saat mengajukan pinjaman dana kepada lembaga keuangan, serta yang paling penting bunga yang dibebankan tak terlalu tinggi. “Pedagang kecil diperhatikan, mau bantuin modal dana, digampangkan kalau mau minta sumbangan dana,” katanya.

Senada, dengan Ida, Rahman penjual sayur mayur, di bilangan Kebun Sayur, juga punya harapan serupa.  Setidaknya, dia berhaerap Helmi-Dedy memperhatikan kebutuhan para pedagang kecil seperti dirinya. Misalnya saja ada bantuan pinjaman lunak, seperti Samisake yang pernah digagas periode lalu, kali ini diwujudkan kembali. “Dulu katanya ada samisake, tapi saya belum dapat. Berharap kali ini ada lagi lah,” katanya.

Harapan juga datang dari beberapa kalangan Mahasiswa yang berdomisili di kota Bengkulu. Dengan dilantiknya Helmi-Dedy, berharap adanya perubahan Kota Bengkulu menjadi kota yang lebih baik lagi, dan menjamin warganya mendapat kemudahan dalam bekerja demi peningkatan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi.

Rio Nursetyadi, salah satu mahasiswa pendidikan Olahraga Perguruan Tinggi Negeri Kota Bengkulu berharap Walikota yang terpilih dapat membangun Sport Center atau sarana dan prasana Olahraga yang memadai. Sehingga mendukung bibit-bibit atlet Bengkulu untuk terus berprestasi. “Harapan saya walikota dan wakil walikota nanti banyak membangun sarana olahraga. Sehingga Kota Bengkulu nanti banyak melahirkan pemuda beprestasi di bidang olahraga,” katanya.

Selain fasilitas olahraga, dia mengatakan pemkot juga harus banyak mengadakan event olahraga baik tingkat daerah ataupun nasional. Sehingga banyak tamu-tamu yang datang ke Bengkulu. “Kalau banyak atlet datang ke Bengkulu, ini bisa memotivasi anak-anak Bengkulu untuk berlatih dan berprestasi,” katanya.(805)