Sekprov Himbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Isu yang Beredar.

Pemprov BengkuluBengkulu, bengkuluekspress.com – Kamis kemarin (1/3/2018) sempat terjadi ketegangan antar nelayan tradisional dan nelayan kapal trawl di Pantai Berkas. Berkumpulnya nelayan tradisional di Pantai Berkas bukan tanpa sebab. Mereka mendapat kabar bahwa akan ada serangan balik dari nelayan kapal trawl yang sebelumnya tertangkap oleh nelayan tradisional di Bengkulu Utara.

Menyikapi hal tersebut Nopian Andusti Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu menghimbau agar para nelayan tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh oleh isu yang belum tahu kebenarannya.

“Kejadian kemarin bermula dari informasi tak bertanggung jawab yang berkembang sehingga memicu, seolah-olah akan adanya benturan. Dan itu sempat menimbulkan ketegangan,” pungkas Nopian Andusti saat ditemui bengkuluekspress.com pada Jumat (02/03/2018) .

Kabar tertangkapnya kapal nelayan trawl ini kemudian memancing reaksi nelayan tradisonal Pantai Berkas. Mereka berkumpul melakukan patroli menunggu kapal trawl tersebut. Namun, hampir 5 jam ditunggu ternyata serangan balik dari nelayan trawl tidak kunjung tiba nelayan pun bubar dengan pengawalan ketat aparat Polisi dan TNI.

“Kita harapkan jangan sampai masyarakat mudah terperdaya dengan infomasi hoax sehingga menimbulkan ketegangan,” tutur Nopian.

Ia menambahkan, untuk saat ini secara hukum memang kapal trawl tidak diperbolehkan. Namun, mereka (nelayan trawl) juga butuh makan maka dari itu Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan perikanan dan kita (pemerintah Provinsi) memberikan solusi akan membantu mereka agar menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

” Namun untuk mencapai itu semua tidak drastis, kita akan uji coba dulu dan alat tangkap apa yang sesuai dengan mereka. Itu semua kita bahas tadi dengan Danlanal Bengkulu dan Staf Khusus Kementrian Kelautan dan perikanan Marsekal Muda (purn) Maroef Sjamsodein untuk masalah peralihan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Hal itu juga disampaikan Oleh Danlanal Bengkulu Agus Izudin, tadi kita melakukan pertemuan antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan Staf khusus Kementrian Kelautan dan perikanan Marsekal Muda (purn) Maroef Sjamsodein yang membahas masalah polemik untuk menyikapi hal soal ketegangan kejadian kemarin. Pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Provinsi Bengkulu menyikapi serius akan hal itu.

” Nantinya akan ada bantuan dari pemerintah pusat dan Pemprov untuk pergantian alat tangkap ikan yang ramah lingkungan bagi nelayan trawl dan nelayan tradisional,” ujar Agus Izudin.

Ia juga menambahkan, kita juga saat ini mengadakan operasi gabungan antara Polairut dan DKP(dinas kelautan dan perikanan) provinsi Bengkulu untuk memfilter khususnya di pelabuhan pulau Baai dan perairan Bengkulu. Alhamdulilah untuk saat ini kondisinya sudah kondusif. (HBN)