INFO SNMPTN: Sekolah Wajib Isi PDSS

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Bengkulu (UNIB) mulai melakukan sosialisasi, dengan cara mengumpulkan operator, siswa dan wakil kepala sekolah jenjang SMA/SMK/MA sekota Bengkulu. Sosialisasi itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Lizar Alfansi, SE, MBA, Ph.D, PPID, Alimansyah SIP, MPA, kepala Biro Perencanaan pendidikan dan kemahasiswaan, Dra. Proklampiati, M.M.

Prof Lizar Alfansi mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun 2018, tidak ubahnya tahun sebelumnya, yaitu melalui SNMPTN,

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Penerimaan Masuk Universitas (SPMU) yang dilakukan oleh universitas masing-masing. “Untuk SNMPTN dan SBMPTN dilaksanakan serentak di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Se-Indonesia,” katanya.

Pendaftaran SNMPTN sudah dimulai sejak 13 Januari 2018 lalu, diawali dengan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang dilakukan pihak operator sekolah. Pengisian PDSS wajib dilakukan oleh sekolah melalui laman https://snmptn.ac.id. https://halo.snmptn.ac.id.

Kuota SNMPTN 2018 paling sedikit 30 %, SBMPTN 2018 paling sedikit 30 %, dan Ujian Mandiri paling banyak 30 %.

Persyaratan sekolah SMA/SMK/MA dapat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN yaitu bila terakreditasi A berjumlah 50% terbaik di sekolahnya, bila sekolah terakreditasi B maka 30% terbaik di sekolahnya, terakreditasi C yaitu 10% terbaik di sekolahnya, dan terakreditasi lainnya yaitu 5% terbaik di sekolahnya. “Untuk tahun ini kuota penerimaan mahasiswa baru unib diusulkan 4.100 calon mahasiswa baru,” ungkapnya.

Unib akan membuka 44 program studi baru, dan tahun ini akan ada beberapa prodi baru.

Sementara itu, PPID yang juga Panlok SNMPTN, Alimansyah SIP, M.PA mengatakan diundangnya mereka ini untuk mengetahui apa saja kendala yang dialami sekolah dalam proses PDSS. Sehingga kendala tersebut dapat didiskusikan dan bertanya ke panitia.

“Sebenarnya dalam laman sudah difasilitasi menu bantuan,” cetusnya.

Terkait dengan kendala sekolah yang belum terakreditasi, maka ia tetap mendapat kesempatan dalam mengikuti SNMPTN, hanya saja kuota yang diberikan hanya 5 persen. Akreditasi sekolah inipun harus diperhatikan sekolah/madrasah lain terlebih mereka yang reakreditasi, pasalnya jika tidak segera melakukan klarifikasi reakreditasi, “maka akreditasi sekolah yang tadinya mungkin akreditasi A jika kadaluarsa dan tidak disampaikan maka akan mendapatkan jatah 5 persen atau sama dengan belum terakreditasi,” jelasnya. (247)