Sekolah Diingatkan Perbaiki Dapodik

R Wahyu DP

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud)Provinsi Bengkulu, mengingatkan kepada seluruh sekolah untuk memperbaiki data pokok pendidik (Dapodik). Sebagai syarat memperoleh bantuan bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).



“Kalau mau dapat proyek sekolah diminta mengaupdate data Dapodik, khususnya sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan SMA R Wahyu DP kepada Bengkulu Ekspress kemarin (6/9).

Terkait pembangunan fisik bersumber dari APBN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), khususnya Direktorat Pembinaan SMA, meminta sekolah berlaku jujur dan mengupdate data sarpras dan dapodik. Karena data inilah satu-satunya data skala nasional yang diakui untuk memperolah bantuan dari Kemdikud. Tak hanya untuk sekolah negeri, perbaikan Dapodik khususnya sarana dan prasarana juga berlaku pada sekolah swasta.

Seluruh sekolah negeri dan swasta segera update sarpras, rehab, ruang kelas belajar (RKB), laboratorium. Masih baayak sekolah yang melakukan kesalahan menghitung, misal laboratorum digunakan ruang kelas dan tidak dihitung sebagai laboratorium.

Kesalahan seperti ini sekolah dapat melaporkannnya dan dilakukan ecara jujur. Kebenaran data dapodik sangat diprioritaskan, kalau data dapodiknya diragukan maka sekolah yang dirugikan karena pemerintah tidak akan memberikan bantuan. Guna memperoleh bantuan pusat, selain cek dapodik juga harus didukung pengiriman proposal.

”Alhamdulillah pada 2019, sudah ada beberapa sekolah jenjang SMA d masuk dalam skala prioritas penerima bantuan. Misalnya, bantuan berupa alat pendidikan, TIK, komputer, sanitasi, dan lainnya hanya saja berapa jumlahnya belum final. Kalau dapodiknya sudah diperbaiki, tinggal tim menyesuaikan dengan proposalnya,” ucapya.

Sekolah pasti mendapat bantuan jika Dapodik dan Sarpras dilaporkan secara jujur. Bantuan pemerintah itu tidak hanya sekolah negeri. Dana dari Kemdikbud juga dikucurkan pada sekolah swasta. (247)