Sekolah di Rejang Lebong Diminta Bentuk Satgas Covid-19

CURUP, bengkuluekspress.com– Seiring dengan dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Rejang Lebong. Sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Rejang Lebong diminta untuk membentuk Satgas Covid-19.
“Dengan diberlakukannya KBM tatap muka ini, kami mengimbau kepada seluruh sekolah yang ada di Rejang Lebong ini untuk membentuk Satgas pengananan Covid-19,” harap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Khirdes Lapendu Pasju SSTP MSi.

Dijelaskan Khirdes, Satgas penanganan Covid-19 di sekolah-sekolah tersebut, menurut Khirdes bisa melibatkan orang tua atau wali murid yang berprofesi sebagai petugas kesehatan atau mengerti tentang penanganan Covid-19
Keberadaan Satgas penanganan Covid-19 di sekolah-sekolah tersebut bertugas untuk mengawasi kemungkinan penyebaran Covid-19 di masing-masing sekolah. Satgas ini juga langsung melakukan tindakan bila ditemukan kasus penyebaran Covid-19 di sekolah. Tindakannya seperti mulai dari mengisolasi siswa atau guru yang terpapar atau bahkan merekomendasikan sekolah untuk tutup sementara dan kembali belajar jarak jauh.
“Satgas ini nanti memiliki peran baik untuk penanganan agar penyebaran tidak meluas maupun melakukan pencegahan seperti memastikan protokol kesehatan disekolah tersebut berjalan,” terang Khirdes.

Kegiatan KBM tatap muka di Kabupaten Rejang Lebong sendiri berlangsung sejak 4 Januari 2021 kemarin. Dibukanya kembali KBM tatap muk setelah surat izin yang ditandatangani Bupati Rejang Lebong DR H A Hijazi SH MSi pada 30 Desember 2020. Pelaksanaan KBM tatap muka tersebut sesuai dengan SKP empat menteri terkait dengan pembelajaran tatap muka.
“KBM tatap muka yang kita laksanakan ini sesuai dengan SKB tiga menteri yaitu harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu sekolah harus menyiapkan sarana cuci tangan dengan sabun, kemudian siswa yang masuk satu kelas maksimal 18 orang,” terang Khirdes.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*