Sekkab BS Tidak Diberitahu Realiasi BOP

sekkab BS usai diperiksa jaksa masalah dana BOPKOTA MANNA, BE – Sekretaris Pemerintah Kabupaten (Sekkab) Bengkulu Selatan, Rudi Zahrial SE mengaku tidak pernah mendapat laporan dari bawahannya terkait perkembangan dana bantuan operasional penyelenggara (BOP) PAUD se-Kabupaten BS selama  dia menjabat sebagai Kadis Dikpora BS tahun 2012 lalu.
Hal itu disampaikannya kemarin usai diperiksa jaksa penyidik di Kejaksaan Negeri Manna, kemarin. Rudi mulai diperiksa sekitar pukul 14.30 WIB – 16.30 WIB.
Meski tidak mendapat laporan mengenai realisasi BOP, Rudi mengakui jika ada dana BOP meluncur ke BS dari Dinas Dikpora Provinsi Bengkulu. “Memang saya mengetahui adanya dana BOP itu meluncur ke Dinas Dikpora BS, pasalnya saat itu saya menjabat sebagai kepala dinas, namun saya tidak pernah dilapori oleh bawahan saya terkait pelaksanaan dana BOP di lapangan,” katanya.
Ditambahkan Rudi, selain tidak pernah mendapat laporan pelaksanaan dana BOP, ia juga tidak tahu berapa jumlah dana  BOP yang diterima bidang PAUD Dinas Dikpora BS serta jumlah PAUD yang menerima, apa lagi besaran bantuan untuk setiap PAUD. Pasalnya, dana itu merupakan dana dari APBD Provinsi sehingga ketika tiba di Dinas Dikpora BS langsung pada bidang PAUD. “Meskipun saat itu saya kepala dinas, tapi saya tidak tahu pelaksanaan di lapangan karena pengelola dana BOP tidak pernah membuat laporan pada saya, ” terangnya.
Sementara itu Ketua Tim Jaksa Penyidik kasus dugaan adanya pungutan liar dana BOP,  Zondrapia SH mengungkapkan, apapun keterangan dari Rudi Zahrial SE, menjadi bahan dan dasar bagi timnya untuk menetapkan tersangkanya. Terlebih lagi kemarin sebelum memeriksa Sekkab BS. pihaknya juga telah memeriksa saksi lainnya yakni mantan Kabid Diklus  Turmudhi MPd, Sekretaris Dinas Dikpora Mustafa Lufti MPd dan  Kasi PAUD Arifna SST. Sama halnya dengan Rudi, para saksi itu juga merasa tidak tahu terkait pelaksanaan dana BOP.
“Dari keterangan Mustafa Lufti dia beralasan saat menjabat sekretaris dinas kegiatan itu sudah selesai, jadi tidak tahu adanya dana itu. Begitu juga dengan Kasi Paud Arifna, juga menjabat sebagai kasi setelah kegiatan selesai. Namun untuk keterangan dari Turmudhi akan kami periksa kembali besok (hari ini, red) sebab kemarin belum sempat kami periksa secara mendalam, ” terangnya.
Sekedar mengingatkan, tahun 2012 lalu sebanyak 64 PAUD sekabupaten BS menerima bantuan dana BOP dengan masing-masing PAUD berbeda besarannya karena tergantung jumlah siswa setiap PAUD. Sedangkan total dana BOP itu sebesar Rp 600 juta. Namun pada prakteknya ada dugaan pemotongan dari oknum pejabat Dinas Dikpora untuk masing-masing PAUD penerima hingga besaranya mencapai 40 persen.(369)