Sekali Berangkat Rp 300 Juta

Sekretaris DPDR Benteng, H Elyandes Kori SE MSi
Foto : Sekretaris DPRD Benteng, H Elyandes Kori SE MSi

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Pada masa sidang paripurna kedua tahun 2016 ini, seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) kembali melakukan studi banding atau kunjungan kerja ke luar Provinsi Bengkulu.

Bahkan, dalam kegiatan sedikitnya menghabiskan APBD Rp 300 juta untuk sekali keberangkatan.

Sekretaris DPRD Kabupaten Benteng, H Elyandes Kori SE MSi saat dikonfirmasi, tak menampik hal tersebut.

“Biasa, setiap kali studi banding menghabiskan sekitar Rp 300 juta,” akunya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Pariwisata (Dishubkominfopar) Kabupaten Benteng ini meneyampaikan, dari total anggaran yang digelontorkan, keberangkatan tidak hanya dilakukan oleh para anggota DPRD, namun diikuti 9 orang staf Sekretariat DPRD Benteng untuk membantu para anggota dewan itu dalam menjalankan tugasnya.

“Studi banding ini dilakukan oleh seluruh anggota dewan yang berjumlah 25 orang, terbagi ke dalam 3 komisi. Selain dewan, kita juga mengirimkan sebanyak 3 orang staf Sekretariat DPRD untuk masing-masing komisi. Artinya, dalam studi banding kali ini diikuti oleh sebanyak 34 orang,” tambahnya.

Masih dijelaskan Sekwan, pelaksaan studi banding dilakukan selama 3 hari, yakni pada tanggal 1-4 Juni tahun 2016 lalu di tiga tempat berbeda. Diantaranya, Palembang, Tanah Datar (Padang) dan Prabumulih.

Untuk Komisi I, jelas Elyandes, study banding sengaja dilakukan untuk membahas permasalahan tentang kesehatan. Sedangkan Komisi II dan Komisi III masing masing mencari referensi atau membahas mengenai potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan peningkatan PAD di Kabupaten Benteng.

“Dalam studi banding ini, dewan akan mencari perbandingan mengenai cara untuk meningkatkan PAD serta kiat-kita mencari PAD. Hal ini dilakukan lantaran mengingat pengembangan potensi PAD di Kabupaten Benteng masih sangat kecil. Agar bisa mendapatkan hasil, studi banding kali ini hanya dilakukan ke daerah yang perkembanganya setingkat atau selevel dengan Kabupaten Benteng,” tandas Elyandes.(135)