Sejarah Pertama di Bengkulu, 50 Lembaga Kursus Ikuti Uji Kompetensi

4.RUDI - DIBUKA - Uji kompentensi sekaligus diklat se Provinsi Bengkulu secara resmi dibuka, tadi malam. Sebanyak 50 lemabaga kursus se Provinsi Bengkulu ikut serta dalam kegiatan ini (12)BENGKULU, BE – Untuk pertama kalinya, Provinsi Bengkulu dapat menggelar Uji kompetensi bagi pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan. Uji kompetensi sekaligus diklat ini secara resmi digelar bagi 50 lembaga yang tersebar di Provinsi Bengkulu di salah satu hotel di Pantai Panjang, tadi malam. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman SAg MM.

“Saya merasa dapat kehormatan menjadi kepala dinas yang pertama bersentuhan dengan lembaga kursus. Biasanya selama ini melalu berkaitan dengan sekolah. Ini menjadi catatan penting bagi kami bahwa sebenarnya ada banyak lembaga kursus di Bengkulu,” kata mantan Kasatpol PP Provinsi Bengkulu ini.

Atisar juga memberikan apresiasi atas terbentuknya TUK PLPK Provinsi Bengkulu yang dipimpin oleh Suherdi Marabillie SE. Ia pun berharap, lembaga tersebut dapat memberikan garis demarkasi yang tegas terhadap lemabaga kursus yang telah mengikuti ujian sertifikasi ini.

“Dan juga kami imbau, karena di Sumatera ini hanya Bengkulu, Medan dan Padang yang boleh menggelar uji kompetensi, maka manfaatkan lah dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita sebagai tuan rumah malah kurang antusias sementara dari provinsi tetangga nanti akan ramai-ramai ke tempat kita,” pesannya.

Sementara Kasubdit Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kursus dan Pelatihan Direktorat PPTK Ditjen PAUDNI Kemdikbud RI, Dr Kastum MPd, mengatakan, setiap lembaga kursus harus mengikuti uji kompentensi. Hal ini didasarkan kepada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 261/U/1999 tentang Penyelenggaraan Kursus dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

“Kami masih memberikan kesempatan bagi yang mau ikut uji kompentensi disini. Sebab, saat ini sudah aturan yang menyamakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan formal dan non formal harus memiliki standar yang pasti,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Ketua DPD HIPKI Provinsi Bengkulu, Hj Merry Witman yang menjadi satu-satunya tenaga penguji yang mendapatkan legitimasi di Provinsi Bengkulu.

“Selain Ibu Merry, besok juga akan ada penguji dari pusat. Penyelenggaraan di Bengkulu kami utamakan karena Bengkulu ini merupakan provinsi yang strategis, pengelola dan instrukturnya cukup banyak,” sampainya.

Guna menstimulasi uji kompetensi ini, ia berkomitmen akan memberikan reward berupa uang tunai Rp 2 juta bagi siapapun yang lulus uji kompetensi ini dan mendapatkan nilai 10 besar.

“Sementara yang rangking 1-3 akan kami ajak ke Makkasar untuk ikut sebagai calon penguji pengolala. Karena disini baru Bu Merry. Sehingga kalau ada 3 orang yang kami ikutkan training of trainers, yang di Bengkulu tak perlu lagi ke Jakarta bila ingin uji sertifikasi,” imbuhnya.

Sementara Ketua TUK PLPK Provinsi Bengkulu, Suherdi Marabillie SE, menyampaikan, uji kompetensi ini diselenggarakan untuk menjawab tantangan agar setiap lembaga kursus di Bengkulu dapat terus meningkatkan kualifikasinya.

“Terbentuknya lembaga ini melalui serangkaian proses yang panjang. Dan kami berharap semua peserta dapat lulus untuk menghargai perjuangan Ketua DPD HIPKI Provinsi Bengkulu sehingga Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang bisa menjadi tempat uji kompetensi,” ungkap Suherdi.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 4-8 November 2014. Dari 50 peserta yang ikut, 38 diantaranya berasal dari lembaga kursus di Kota Bengkulu sementara 12 sisanya berasal dari kabupaten sekitar. (009)