Sejak Ditutup, Aktifitas PT BSL Sepi

KEDURANG ILIR, BE – Paska penutupan operasional PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) oleh Bupati BS H Reskan Effendi Awaludin SE Rabu (10/10) lalu, mengakibatkan aktifitas produksi minyak kelapa sawit di PT tersebut telah terhenti.

Dari pantauan BE kemarin (12/10), yang terlihat hanya sebagian karyawan PT BSL yang memperbaiki jalan menuju ke komplek perusahan tersebut.

Meskipun manjamen perusahaan telah menghentikan kegiatan operasionalnya, namun demikian belum terlihat kegiatan PT BSL untuk membuat penampungan limbah yang standar sebagaimana yang dianjurkan oleh Bupati BS beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Manajer PT BSL, Bambang Haryono SE, belum bisa dikonfirmasi mengenai pembuatan limbah tersebut. Pasalnya dia sedang tidak ada di kantornya. “Bapak sedang ke luar, mungkin mengurusi PT ini agar dapat kembali beroperasi,” ujar 2 orang satpam yang bertugas di pintu masuk PT BSL.

Sementara itu, tampak sebagian karyawan perusahaan hanya duduk-duduk, sedangkan suara mesin pabrik masih terdengar seperti sedang beroperasi.

Menurut kedua satpam yang tidak mau namanya disebutkan, mesin masih beroperasi itu lantaran masih ada sisa-sisa buah kelapa sawit di bak penampungan, bukan mengolah TBS baru. Karena sejak dilarang beroperasi, pihak PT BSL tidak menerima lagi pasokan TBS kelapa sawit.

“Mesin yang masih berbunyi itu karena membersihkan debu sisa-sisa buah kepala sawit yang masuk dua hari lalu,” terang kedua satpam itu.

Dia juga mengatakan, sejak Kamis lalu tidak ada lagi truk yang menjual sawit ke PT tersebut. Ia mengetahui hal itu karena dirinya yang biasa mencatat jumlah truk yang masuk ke PT tersebut jika pabrik sedang beroperasi.

Sejak Kamis itu tugasnya hanya duduk dan mendata tamu yang masuk. “Sudah 2 hari ini PT ini tidak menerima buah sawit, jadi kegiatan sepi. Kami hanya duduk-duduk dan sesekali meminta tamu yang datang untuk mengisi buku tamu,” ujar keduanya.(369)