Sehari, 2 Mobil di Benteng dan Kepahiang Dirampok

Para CJH Kepahiang yang menjadi korban perampokan modus pecah kaca mobil kemarinBENTENG, BE – Aksi perampokan dengan modus memecahkan kaca mobil kian meresahkan. Bagaimana tidak? Kemarin (27/6), dua mobil menjadi sasaran aksi kawanan bandit. Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Kepahiang sekitar pukul 11.30 WIB tak jauh dari kantor Kemenag Kepahiang. Lantas menyusul aksi serupa sekitar pukul 12.00 WIB di pelataran pakir Pemkab Bengkulu Tengah (Benteng) tepatnya di Desa Ujung Karang Kecamatan Karang Tinggi.
Korban bandit pecah kaca di Kepahiang tersebut sebanyak 3 calon jemaah haji (CJH) asal Tapak Gedung Tebat Karai Kabupaten Kepahiang yakni Harmain (58) serta istrinya, Maimuna (53) dan orang tuanya Anima (72).
Ketiganya saat itu tengah melakukan manasik haji di Kantor Kementrian Agama Kepahiang. Mobil Honda Jazz nopol B 2622 NY yang ditumpangi ketiganya dipecahkankaca pintu kanan persisnya dibelakang sopir. Mirisnya lagi setelah dilakukan pengecekan kedalam kendaraan tersebut, ternyata berkas dokumen persyaratan untuk menunaikan haji miliknya telah raib bersama tas hitam kain yang membungkusnya. Korban bersama isteri dan orang tuanya pun terancam batal berangkat haji akibat kejadian itu.
“Waktu saya menuju mobil saya yang terparkir, kaca pintu belakang saya sudah dalam kondisi pecah. Begitu juga tas didalamnya yang berisi dokumen haji saya juga hilang,” ujar Harmain kemarin.
Dikatakannya, mobil yang dipakaianya ini merupakan milik anaknya bernama Faizal (30) yang tinggal di Rupit Lubuklinggau. Sewaktu mengikuti manasik haji beserta istri dan orang tua tersebut, mobil yang dinaikinya memang terparkir di pinggir jalan bersama dengan mobil CJH lainnya karena di dalam lingkungan Kemenag sudah padat kendaraan.
“Saya mendaftar haji sejak tahun 2010 lalu. Di dalam tas yang dicuri tersebut terdapat berkas saya antara lain 3 lembar KTP atas nama saya, istri dan orang tua saya, bukti pelunasan berangkat haji 3 buah, buku nikah 1 buah atas nama saya, buku tabungan BRI yang sudah dikosongkan namun yang punya orang tua saya masih tersisa sekitar Rp 780 ribu, surat keterangan sehat 3 buah dan kartu golongan darah,” jelasnya.
Menurutnya, atas peristiwa ini pihaknya meminta kepada pelaku untuk mengambalikan berkas miliknya. Ini lantaran berkas tersebut merupakan syarat wajib bagi dirinya untuk bisa naik haji pada tahun 2013 ini.
“Saya meminta kepada para pelaku untuk mengembalikan berkas saya tersebut, karena didalam tas tersebut sama sekali tidak ada barang yang berharga dan hanya surat-surat kelengkapan saya naik haji,” jelansya.
Terpisah, Kabag Tata Usaha Kemenag Kepahiang, Lukman SAg MM menyampaikan jika CJH ini terancam tidak bisa diberangkatkan naik haji pada tahun 2013 ini apabila syarat administrasi yang hilang tersebut tidak bisa ditemukan. Hal ini karena berkas lampiran administrasi yang harus dilampirkan masing-masing CJH harus yang asli.
“Berkas yang harus dilampirkan sebagai syarat untuk menunaikan ibadah haji ini harus asli, kalau tidak bisa melengkapi bisa-bisa terancam tidak bisa diberangkatkan tahun ini,” ujar Lukman.
Sementara itu di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), para pelaku menggasak mobil Toyota Avanza warna silver milik Kasubag Dokumentasi Bagian Hukum pemda, Agusten Efendi (40) warga Desa Taba Penanjung Kecamatan Taba Penanjung. Satu unit handphone merek Mito dan tas sandang warna hitam yang berisi dokumen penting raib. Korban harus menderita kerugian hingga mencapai puluhan juta rupiah. “Pelaku masuk kedalam mobil dengan memecahkan kaca bagian samping stir ini,” ungkap korban, kemarin sembari menunjukan pecahan kaca mobilnya itu.
Menurutnya, kronologis kejadian berawal ketika dirinya setelah masuk waktu istirahat siang. Dirinya, bermaksud akan pulang ke rumahnya. Kemudian, dirinya langsung bergerak menuju ke parkiran mobilnya. Namun, ketika tiba di TKP, korban melihat kaca mobil bagian stirnya sudah dalam kondisi pecah. Mengetahui hal itu, korbanpun langsung melapor ke Polsek Karang Tinggi yang dalam waktu sekejap langsung bergegas turun ke TKP untuk melakukan identifikasi di lapangan. ”  Tadi pagi, saya merasa tidak ada mengikuti hingga ke kantor ini, tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ahmad Tarmizi, SH melalui Kapolsek Karang Tinggi, Iptu Kusman Jaya, SH ketika dikonfirmasikan membenarkan kejadian pecah kaca mobil  tersebut. Hanya saja, untuk sejauh ini pelaku masih dalam proses penyelidikan pihaknya lebih lanjut. Dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dari Polres Kepahiang, Kota Bengkulu dan lainnya. ” Kita telah melakukan olah TKP dan pelaku masih dalam penyelidikan kita,” jelasnya. (505/**)