Sebulan Bengkulu Bisa Habiskan Rp 13 M untuk Alat Pelindung Diri dari Covid-19

FOTO RIFKY/BE – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di dampingi Direktur RSMY saat memberikan support kepada Dokter dan Tim medis dalam menangani Covid-19

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Banyak keluhan para dokter dan tenaga medis dari berbagai daerah termasuk di Bengkulu yang berada di garda terdepan dalam menanggulangi virus corona atau Covid-19, namun kesulitan memperoleh alat pelindung diri (APD).

Direktur Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, dr Zulki Mauluk Ritonga, mengaku untuk APD dalam sebulan bisa menghabiskan dana Rp 13 miliar. Kebutuhan APD sangat mendesak sebab APD hanya bisa sekali pakai saja.

“Kita sampaikan kepada Pak Gubernur langsung bahwa setelah kita hitung APD dalam sebulan bisa menghabiskan dana Rp 13 miliar, itu baru baju yang sehari-hari digunakan di ruang-ruang pelayanan,” ujar Zulki saat bertemu dengan Gubernur dan para di ruang Rafflesia RSMY, Kamis (26/3).

Dilanjutkan Direktur, ini tentu bukan sesuatu yang sedikit tentu bila tidak di kawal dengan pihak Kajati ini sangat mengkhawatirkan kita.

“Ini hanya baru satu item, belum lagi kacamata dan lainnya dan semoga hari ini kita pesan barangnya, ada yang pesan tetapi harus cash jadi ini juga problem sehingga tidak terpenuhinya APD tersebut,” jelasnya.

Walau ada keterbatasan APD, sambungnya, petugas kesehatan akan tetap berhati hati menangani pasien yang diduga terinfeksi corona.

“Kita siap berkorban apapun, siap dengan strategi terburuk sekalipun, tidak ada pelayanan tanpa APD yang lengkap, jumlah tenaga medis kita juga terbatas bila mereka terpapar tentu kita akan sangat kesulitan sekali nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, menanggapi langsung kendala yang sedang dihadapi para Dokter dan tenaga medis, oleh karenanya pengadaan barang APD akan di tempuh dengan dua jalur yakni pengadaan formalnya kepada suplier atau produsen APD dan dipesan sesuai kebutuhan dengan APBD yang tersedia.

Kemudian untuk opsi yang kedua adalah dengan membuat sendiri APD tersebut, dengan melibatkan kemampuan yang ada di Bengkulu baik dari material dan bahan yang tersedia.

“Hari ini akan kita karyakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan kita kumpulkan para pengrajin dan penjahit yang ada di Bengkulu,” terang Rohidin.

Selain itu juga Gubernur meminta mana yang kapasitas yang bisa di kerjakan ditingkat Kabupaten atau Kota, ini harus ditekankan supaya nanti jangan ngumpul semua di RSMY.

“Kita tekankan Kabupaten dan Kota memberikan pelayanan yang terbaik jangan nantinya pasien di rujuk semua di RSMY dengan segala keterbatasan yang ada sekarang ini,” tutupnya. (CW1)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*