Sebelum Meninggal, Wanita 117 Tahun Buka Resep Berumur Panjang

061631_794930_li_suqing
Li Suqing dan cicitnya. Foto: weibo

AJAL akhirnya menjemput Li Suqing. Pekan lalu, tepatnya Sabtu 11 Juni, Li meninggal pada usia 117 tahun.

Ya, Li yang lahir dari keluarga petani di Liaoning itu, lahir pada 14 Januari 1899. Selama delapan tahun terakhir, dia telah menjadi orang tertua di Shanghai.

Menurut Shanghai Morning Post, Li memiliki seorang putri, tiga cucu dan tiga cicit. Putri Li, yang ia lahirkan saat dia berusia 41, telah tinggal bersamanya dan merawatnya selama beberapa tahun terakhir.

Nah, sebelum wafat, Li sempat mengungkap ‘rahasia umur panjangnya’ kepada wartawan. Li mengatakan, selama bertahun-tahun, rutinitas sarapannya terjaga. Apa sarapannya?

Ternyata…secangkir susu, telur dan bubuk kenari. Dan seperti banyak warga Tiongkok lainnya, secangkir teh hijau sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Li.

Li juga mengatakan umur panjang seperti sudah menjadi tradisi dalam keluarganya. Ibu dan adiknya hidup hingga usia 94 dan 98 tahun.

Li tidak pernah mengalami penyakit kronis serius sepanjang hidupnya. Namun memang untuk beberapa tahun terakhir, Li mengidap peradangan jaringan di paru-paru alias pneumonia. Dan, penyakit ini juga yang menyebabkan kematiannya.

Khusus di Tiongkok, sebuah catatan tak resmi menyebutkan, orang tertua yang pernah hidup di Negeri Panda itu adalah Luo Meizhen, yang meninggal pada 2013 di usia 127. Namun otoritas internasional tak mengakui ‘rekor’ Luo karena kontroversi atas sertifikasi lahir.

Di sisi lain, ada catatan unik buat Shanghai. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan The Lancet, selama dua dekade terakhir ini Shanghai merupakan provinsi dengan harapan hidup terpanjang. Kini, setelah Li tiada, warga tertua di kota itu adalah Zhu Xiaohua, perempuan berusia 112 tahun. (adk/jpnn)