Sea Food Online, Mahasiswi Raup Omzet Puluhan Juta

Teks foto
Yudha/BE
Aneka olahan seafood siap untuk disantap.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Eksistensi di media sosial juga menjadi gaya hidup terbaru. Termasuk dalam hal bisnis. Tidak heran banyak pebisnis menjalankan usahanya secara online. Karena, asal bisa mengelolanya keuntungan yang didapat dari bisnis online tak kalah dengan keuntungan dari membuka toko. Bahkan bisa jauh lebih besar. Sebagaimana bisnis sea food online yang digeluti Ellisa Tri Lestari (22). Seorang mahasiswi Poltekes tingkat akhir yang membuka usaha kuliner seafood berbasis online atau melalui media sosial dengan brand Harisa Sea Food Bengkulu. Dari penjualan sea food online mahasiswi ini mampu meraup omzet rata-rata hingga Rp 24 juta per bulan.

“Saya mempromosikan usaha kuliner seafood ini melalui media online seperti whatsapp, instagram dan facebook karena menurut saya lebih mudah, lebih efektif dan juga resikonya tidak terlalu besar,” ungkap Ellisa saat di wawancarai BE (21/01).

Harisa Sea Food Bengkulu menawarkan menu berbagai jenis olahan makanan laut, seperti sate lobster, sate cumi, sate gurita hingga seafood lengkap (kerang hijau, cumi, lobster, baby gurita. “Berbagai menu sea food itu harganya mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 195 ribu per porsi,” kata Ellisa. Ellisa rajin mempromosikan dagangannya itu lewat media sosial, Instagram, Facebook dan WhatsApp. Menu sea food yang disediakan itu diposting ke media sosial setiap hari, yakni pada pagi hari.

Berkat dari kegigihannya dalam melakukan usaha kuliner seafood, kini banyak sekali konsumen yang order dan berlangganan. Sehingga dapat menghasilkan omset yang cukup wow. Ia bisa mendapatkan omset sebesar Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta per harinya. Bila dirata-ratakan Ellisa bisa meraup omzet mencapai Rp 24 juta sampai Rp 45 juta per bulan. Aneka sea food yang menjadi menu andalan itu didatangkan dari TPI Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Masing-masing binatang laut, seperti kepiting, lobster, kerang hijau, baby gurita dan cumi itu dipasok 5 Kilogram. Kemudian, aneka seafood itu di olah dengan menggunakan bumbu saos padang dan saos lada hitam. Setelah itu baru di sajikan ke dalam box untuk di jual kepada konsumen. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan menu itu, kerang hijau, lobster, kepiting, baby gurita. Bahan di gunakan merupakan bahan yang bagus dan segar karena di suplay langsung dari Tempat Pembelian Ikan (TPI) Pulau Baai. Masing-masing hewan laut itu dipasok 5 Kg setiap harinya.

Ellisa juga menjelaskan, awal mula ia membuka usaha kuliner seafood, karena termotivasi dari kakaknya yang membuka restauran seafood di Kota Depok. Kemudian, ia tergiur dengan omset restaurant tersebut yang lumayan besar. Kemudian, ia memiliki ide untuk membuka usaha kuliner seafood di Kota Bengkulu. Dengan modal awal sebesar Rp 3 juta bertekad untuk membuka usaha kuliner seafood tersebut. Dari modal awal itu ia membeli bahan serta perlengkapan yang di butuhkan dalam pengolahan seafood. Perlengkapan yang dibutuhkan, seperti box dan stiker.

Usaha yang di rintis oleh mahasiswi Poltekkes ini buka atau open order setiap harinya dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Dengan range harga yang berbeda tentunya, karena sesuai request dari konsumen. Harganya mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 195 ribu per porsi. Jika kalian yang tertarik dan penasaran dengan kenikmatan cita rasa seafood tersebut bisa langsung datang ke rumah Ellisa di Jalan Meranti 2, Sawah Lebar, Kota Bengkulu atau bisa langsung order melalui akun instagram @harisa_seafoodbkl. (mg18)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*