SDN 82 BS Harus Jadi Prioritas

MEMPRIHATINKAN: inilah kondisi SDN 82 BS yang sangat memprihatinkan dan butuh perhatian Pemerintah.

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Masih adanya sekolah di Bengkulu Selatan (BS) yang gedungnya hingga meja kursinya rusak mendapat perhatian serius dari DPRD BS. Salah satunya Dodi Martian SHut MM. Dirinya ikut prihatian dengan kondisi yang dialami SD N 82 BS di Desa Kembang Seri, Pino Raya. Sehingga dirinya meminta agar dinas pendidikan dan kebudayaan BS menjadikannya sebagai prioritas untuk diperhatikan.

“Sangat miris jika saat ini masih ada sekolah yang kondisinya memprihatinkan seperti yang dialami SDN 82 BS, saya harap ini harus jadi prioritas untuk dibangun,” katanya.

Dikatakan politisi partai Golkar BS ini, selama ini setiap tahun dinas pendidikan dan kebudayaan BS selalu mendapat kucuran dana alokasi Khusus (DAK) khusus pendidikan untuk SD dan SMP. Dana tersebut untuk pengadaan meubeler sekolah hingga rehab gedung sekolah.

“Adanya temuan ini membuka mata kita semua jika selama ini pembangunan sekolah di BS ada yang belum tepat, padahal untuk rehab gedung sekolah ada yang rusak berat, sedang dan ringan. Sehingga yang rusak berat harus menjadi skala prioritas,” cetus Dodi.

Hal senada juga disampaikan Politisi dari PDIP BS, Riko Ferdiansyah. Sebagai politisi perwakilan daerah pemilihan dua yakni Kecamatan Pino Raya, Pino dan Ulu Manna,dirinya ikut prihatin. Oleh karena itu, dirinya meminta pihak sekolah dapat kembali membuat proposal. Sehingga nanti dirinya siap mengawalnya agar bisa diprioritaskan.
“Ini harus jadi priroritas diperbaiki, silahkan pihak sekolah buat proposalnya, kami siap mengawal proposal itu, agar jangan sampai gagal lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SDN 82 BS, Noharman AMd Pd didampingi operatur dapodik sekolah, Yahidin mengaku, kondisi sekolah rusak sudah lama terjadi. Hanya saja belum ada perbaikan. Bahkan terakhir rehab tahun 2011 dan 2012 lalu, itupun cuma rehab atap untuk tiga ruang kelas yakni kelas 2,3 dan kelas 5. Sedangkan saat ini sekolah yang memiliki 89 murid itu, dengan dinding sudah jebol sebagian, plafon jebol dan meja kursi juga sudah banyak rusak. Bahkan wc juya sudah rusak. Usul rehab juga sudah disampaikan sejak tahun 2018 lalu. Namun saat ini belum ada realisasinya.

“Kami sangat berharap sekolah kami ini segera direhab dan ada bantuan fasilitas agar kegiatan belajar mengajar di sekolah semakin maksimal,” harap Noharman. (369)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*