SDN 107 Diduga Dibakar

TERBAKAR Kapolsek bersama anggotanya saat melakukan melakukan pengecekan ruang kelas 5 SDN 107 Kaur yang menjadi lokasi terjadinya kebakaran, Senin (237 (2)
IST/Bengkulu Ekspress
TERBAKAR: Kapolsek bersama anggotanya saat melakukan melakukan pengecekan ruang kelas 5 SDN 107 Kaur yang menjadi lokasi terjadinya kebakaran, Senin (23/7).

KELAM TENGAH, Bengkulu Ekspress– Sekolah Dasar Negeri (SDN) 107 Kaur yang beralamat di Desa Siring Agung Kecamatan Kelam Tengah diduga sengaja dibakar oleh Orang Tidak Dikenal (OTD), Senin (23/7). Akibatnya, puluhan meja dan kursi yang biasa digunakan oleh siswa kelas 5 dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah itu, ludes terbakar. Tak hanya itu, peristiwa kebakaran ini juga menyebabkan sebagian plafon bagian dalam ruang belajar tersebut ikut terbakar.

“Untuk penyebab SDN 107 ini terbakar kita belum tahum apa dibakar orang atau tidak, dan kita masih menyelidiki penyebab terjadinya peristiwa kebakaran ini,” kata Kapolres Kaur AKBP Sisman Adi Pranoto, SH SIK melalui Kapolsek Tanjung Kemuning, IPTU Pidrani Gumay SH, kemarin (23/7).

Data terhimpun Bengkulu Ekspress, peristiwa kebakaran menimpah SDN 107 itu terjadi sekira pukul 02.00 WIB, dan peristiwa itu baru diketahui pada pagi harinya saat siswa-siswi di sekolah tersebut hendak memulai proses belajar mengajar. Pihaknya menduga, ruang kelas tersebut sengaja dibakar. Hal itu dilihat dari hasil olah TKP yang dilakukan beberapa jam usai kejadian, dimana posisi abu bekas terbakarnya kursi dan meja di ruang belajar tersebut tampak seperti ditumpuk sebelum terjadinya kebakaran.



“Motif dan pelaku yang mengakibatkan terjadinya peristiwa kebakaran ini masih diselidiki. Sementara sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan,” terangnya.

Ditambahkan Kapolsek, lokasi bangunan sekolah yang relatif jauh dari pemukiman warga ini juga diduga menjadi penyebab peristiwa kebakaran itu tidak langsung diketahui oleh masyarakat setempat. Juga belum tersedianya tempat khusus bagi penjaga sekolah, juga menyebabkan lingkungan di sekolah itu minim pengawasan.

“Sekolah ini dulunya juga pernah mengalami peristiwa kemalingan. Ini karena lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Apalagi penjaga sekolah juga tidak tinggal di lingkungan sekolah karena belum tersedia tempat khusus bagi penjaga sekolah, sehingga sekolah ini minim pengawasan,” jelas Kapolsek.(618)