SDN 018 Raih Nilai Tertinggi

Foto : IST

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress – Dari total 246 sekolah dasar yang ada jajaran Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) tahun 2019, SDN 018 BU mendapatkan nilai tertinggi dengan total nilai 263.

Nilai tersebut diraih siswa atas nama Hayfa Femina Joy. Sedangkan di urutan kedua adalah SDN 013 Bengkulu Utara  dengan nilai 258 diraih oleh siswa atas nama Yediza Yaziekael Sitepu dan urutan ketiga ada SDN 201 dengan nilai 257 diraih oleh siswa atas nama Novita Nuraini.

Hal ini disampaikan Kepala Dispendik Bengkulu Utara Margono SPd melalui Sekretris Dispendik Bengkulu Utara, Solita Meida, MPd ketika dikonfirmasi, kemarin (12/6).”Ya hari ini merupakan pengumuman USBN tingkat SD dan dari 246 SD, ada tiga SD yang mendapatkan nilai tertinggi,” kata Solita.

Solita menambahkan, pengumuman memang dilakukan secara serentak di masing-masing sekolah dan penentuan kelulusan juga dikembalikan kepihak sekolah. Namun memang untuk rekap nilai kembali ke masing-masing porwil yang berjumlah 7 korwil, sebelum nanti diinput dan dilaporkan ke pihak Dispendik Bengkulu Utara.

“Laporan mengenai perolehan nilai ujian memang sudah kami terima dan itu merupakan hasil rapat semua Korwil Dispendik Bengkulu Utara, sementara untuk angka kelulusan sendiri Alhamdulillah Bengkulu Utara¬† berada diangka 100 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut Solita menyampaikan, untuk pembagian kelulusan ini juga akan dilakukan secara serentak di 246 sekolah di Bengkulu Utara, sebagai bentuk penyeragaman dan mempermudah proses penginputan data nantinya. Pihaknya berharap semua anak yang akan menerima pengumuman kelulusan ini didampingi oleh orang tua, karena mengingat ini merupakan momen yang cukup penting dalam proses sekolah mereka dan sebagai bentuk perhatian kepada pendidikan anak-anak.

“Kita telah memberi tahu pihak sekolah untuk mengundang orang tua dalam hal mengambil pengumuman kelulusan ini, karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, juga sebagai upaya perhatian kepada anak-anak ini,” tukasnya.(127)