SBY ke Lereng Gunung, Tidak Berdampak pada Kekuasaannya

sbyJAKARTA — Paranormal Ki Joko Bodo meramal Presiden Suslilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan lengser dari tampuk kekuasaannya, dampak dari kunjungannya ke Lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Sejarahwan dari Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong punya pandangan berbeda. Dia menilai kunjungan tersebut pertanda  bahwa SBY sedang gundah.

“Ada dua kemungkinan, itu untuk memperkuat kekuasaan atau untuk memperkuat batinnya sendiri, yang mungkin sedang galau,” ucap Anhar saat dihubungi, Kamis (21/2).

Meski begitu Anhar menilai, tindakan spiritual yang dilakukan SBY tersebut tidak akan mempengaruhi kekuasaannya. Sebab, SBY akan lengser pada 2014 dan Partai Demokrat juga akan jeblok di pemilu mendatang.

“Sudah tidak mungkin SBY memperkuat kekuasaannya,” paparnya.

Mengenai tindakan sejumlah petinggi di tanah air yang kerap melakukan langkah spiritual dengan pergi ke sesuatu tempat yang dianggap kemarat guna memperkuat kekuasaannya, menurutnya, itu bukanlah hal tabu. “Dari segi penguasa Jawa itu tidak aneh, Pak Soeharto melakukan itu,” terang Anhar.

Anhar justru melihat SBY aneh, jika melakukan hal tersebut di tengah sikap SBY yang selalu mengedepankan pencitraan.

“Bagi saya itu aneh. SBY yang selalu menunjukkan pencitraan sebagai pemimpin yang pintar dan berwibawa tapi tiba-tiba dia melakukan langkah yang kontradiksi dengan citra yang dibawakannya selama ini,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY melakukan kegiatan keliling ke perkampungan (blusukan) untuk melihat situasi dan kondisi masyarakat. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Tegal, Jawa Tengah. Presiden berangkat menuju Tegal bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono pada Rabu sore (20/2) dengan menumpang kereta di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

“Bapak Presiden akan bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar Bukit Batumirah di lereng Gunung Slamet Jawa Tengah pada pukul 10 pagi ini.¬† Akan dilangsungkan dialog dengan masyarakat¬† perwakilan kelompok tani dan ternak,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi Kamis pagi (21/2). (chi/jpnn)