SBY Curhat: 8 Tahun Menjabat, Saya Selalu Dihujat

sbyJAKARTA – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku ia sudah sering mendengar curahan hati kepala daerah seperti gubernur, bupati dan walikota yang programnya didaerah selalu dikritik, disalahkan, maupun dicerca. Ia menyatakan mereka harus kuat terhadap kritikan publik, karena ia pun demikian selama ini.

“Pak gubernur, bapak dikritik, disalahkan, dihujat oleh provinsi itu selama tiga tahun. Nah saya yang nyalahkan, yang menghujat, seluruh rakyat Indonesia, dan sudah lebih dari delapan tahun. Kalau saya kuat, bapak-bapak harus kuat. Yang penting di sininya (hati) berikhtiar,” kata Presiden saat membuka Rakernas Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan Perhiptani di hadapan ratusan bupati dan penyuluh tani di Jakarta, Rabu (20/2).

Dalam hal ini, ia mengaku sudah sering mendapat kritikan dari publik dan media massa di Indonesia yang menurutnya selalu menilai segala sesuatu gagal selama masa pemerintahannya. Terutama mengenai perekonomian di Indonesia yang menurutnya sudah berkembang baik.

“Di media di Indonesia tidak memberitakan perekonomian yang bagus. Tetapi di media-media asing justru memberitakan perekonomian dan infrastruktur kita yang membaik,” lanjutnya.

Menurut Presiden saat menjabat sebagai pemimpin memang selalu ada saja masalah, tantangan dan hambatan. Oleh karena itu, semua kepala daerah harus tetap berupaya menjalankan meski mendapat banyak kritik dari publik. Ia meminta para kepala daerah ini fokus untuk membangun daerahnya, terutama dalam memajukan kebutuhan pangan, mengurangi kemiskinan dan menciptakan kemandirian daerah.

“Hampir pasti ada permasalahan, tantangan, hambatan. Tapi sudahlah. Jalankan semuanya itu. Lalui, hadapi, pasti hasilnya akan lebih baik daripada putus asa, menyerah, kemudian kita pun ikut larut dalam konflik ataupun hujat menghujat, hajar menghajar, serang menyerang seperti itu,” tutur Presiden.

Dalam kegiatan ini Presiden juga menjanjikan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji para kepala daerah terutama bupati dan walikota, agar mendapat gaji layak. Ia berharap dengan gaji yang layak, para kepala daerah akan lebih bersemangat dan semakin bersungguh-sungguh bekerja untuk memajukan wilayahnya masing-masing. (flo/jpnn)