SBY: Bengkulu Rantai Konektivitas

HPN Teristimewa, Sukses
1. Presiden SBY Menandatangani prasasti Tugu Pers Bengkulu
BENGKULU, BE – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Benteng Marlborough, kemarin (9/2), berjalan lancar dan sukses.  Meskipun sempat diterpa hujan disertai badai, namun kegiatan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini tetap berjalan khidmat.
Dalam sambutannya, Presiden SBY menyatakan siap mendukung rencana pembangunan Provinsi Bengkulu, bahkan menurutnya Bengkulu yang sebelumnya dikenal terisolasi, nanti akan menjadi rantai konektivitas di Sumatera bagian Barat.
“Salah satu yang membuat Bengkulu menjadi rantai konektivitas adalah karena adanya  Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Karena pelabuhan tersebut menjadi titik awal terhubungnya Pulau Jawa dan Sumatera,” kata SBY.
SBY mengaku, ia menjadi yakin Bengkulu akan maju setelah ia meninjau langsung Pelabuhan Pulau Baai setiba di Bengkulu Sabtu kemarin. Menurutnya, pelabuhan Pulau Baai sangat strategis yang bisa terhubung dengan Pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak, Banten.
“Kita ingin suatu saat Bengkulu menjadi rantai pembangunan konektivitas di bagian Sumatera Barat. Kemarin saya tinjau langsung Pelabuhan Pulau Baai meningkat secara signifikan dan akan terus kita kembangkan sehingga dari Tanjung Priok sampai Aceh akan terhubung”, ujarnya.
Konektivitas ini menurut Presiden akan berdampak pada pemasaran komoditas secara lebih ekonomis, dengan harga yang lebih kompetitif dan secara langsung akan membuka peluang baru masuknya investor ke Bengkulu.
Selain itu, transport udara dan darat, menurutnya juga perlu dikembangkan dan menjadi priotas. “Nanti akan ada pengeboran minyak di Mentawai, dan itu akan memberikan manfat besar bagi masyarakat Bengkulu. Untuk itu saya minta kepada gubernur dan wakil gubernur, teruslah berinovasi dan berkreasi untuk menjadikan Bengkulu ini menjadi lebih baik.
Bengkulu memiliki masyarakat yang punya semangat untuk maju, religius dan memiliki etika yang baik. Sehingga pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar,” tuturnya.
Presiden SBY sendiri sudah mempunyai visi pembangunan Bengkulu sejak 18 tahun lalu, saat  ia bertugas sebagai Pangdam II Sriwijaya. Presiden mengaku, ia sudah berpikir sejak lama agar Bengkulu lebih mudah untuk diakses sehingga bisa mengembangkan ciri khasnya di sektor pariwisata, mulai dari cagar budaya sampai cagar tanaman ada di Bengkulu.

HPN Teristimewa
Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat, Margiono dalam sambutannya mengungkapkan, HPN yang diselenggarakan di Bengkulu tahun 2014 ini adalah HPN yang teristimewa dibandingkan dengan HPN diberbagai provinsi pada tahun-tahun sebelumnya.
“HPN ini menjadi istimewa karena berbagai alasan. Pertama, istimewa karena HPN di Bengkulu ini merupakan HPN terakhir bagi bapak Presiden SBY. Kedua, karena berbarengan dengan peluncuran pelatihan pers se-ASEAN di Palembang, dan ketiga karena tahun ini merupakan tahun politik,” kata Margiono.
Selain itu, Margiono juga mengaku bahwa HPN di Bengkulu ini adalah HPN yang paling meriah. Kemeriahan itu bisa dilihat dari berbagai aspek, seperti mendapat dukungan penuh dari masyarakat, dan semua rangkaian kegiatan berjalan lancar. “Karena begitu meriah membuat kami merasa nyaman dan betah di Bengkulu,” ujarnya.
Baginya, Bengkulu sudah menjadi tuan rumah dengan sangat baik, karena yang terjun mengurus HPN di Bengkulu ini tidak hanya gubernur, Kapolda dan Danrem 041/Gamas, namun Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo.
“Baru kali ini ada jenderal yang langsung ngurusi HPN. Selain, itu panitia juga sudah mensosilisasikan HPN ini dengan sangat baik, seperti sudah memasang spanduk sejak 1 bulan yang lalu, mulai dari jalan raya hingga gang kecil, sehingga semua masyarakat tahu bahwa di Bengkulu ini ada hajatan besar,” sampainya.
Kendati demikian, ia mengaku HPN kali ini juga dilaksanakan dalam suasana berduka. Karena beberapa daerah di Indonesia tengah dilanda bencana alam, baik banjir maupun  gunung meletus di Sumatera Utara.  “Kami masyarakat pers berperan aktif untuk membantu, membangun dan membangkitkan optimisme para korban bencana melalui berita yang informatif,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat pers juga ikut menyampaikan pemberitaan untuk mengetuk hati para dermawan, sehingga bantuan untuk para korban terus mengalir. Dan sejauh ini PWI juga telah membentuk tim relawan bencana yang bertugas menggalang dana.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah dalam sambutannya memaparkan tentang Provinsi Bengkulu yang memiliki berbagai potensi daerah, seperti Pantai Panjang yang indah, rumah Bung Karno, Benteng Marlborough, Makam Sentot Alibasyah. Selain itu, Bengkulu juga memiliki potensi alam yang melimpah, seperti potensi pertambangan batubara, emas dan timah.
“Perekonomian di Bengkulu ini meningkat secara bertahap, saat ini perekonomian Bengkulu berada di angka 66,1 persen dan itu lebih tinggi dari rata-rata nasional.  Namun hal itu belum maksimal, karena infrastruktur yang banyak yang belum memadai,” paparnya.
Menurut gubernur, saat ini Bengkulu membutuhkan transportasi darat, laut dan udara yang memadai. Dan ia berharap presiden mengabulkan proposal anggaran yang sudah disampaikan ke presiden beberapa waktu lalu.
“Provinsi Bengkulu ini masih membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat, untuk beberapa pembangunan seperti pembangunan jalan lintas Bengkulu-Lubuklinggau, peningkatan jalan lintas barat, Bengkulu Lampung. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan pembangunan pelabuhan Pulau Baai, agar kapal-kapal besar bisa masuk sehingga perekonomian masyarakat kian tumbuh,” terangnya.
Tidak hanya itu, gubernur juga menyampaikan programnya merelokasi Bandara Fatmawati di Padang Kemiling ke Seluma, karena di Padang Kemiling sudah tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan mengingat perumahan masyarakat sudah padat. Sedangkan Bandara tersebut akan dijadikan pangkalan TNI Angkatan Udara (AU).   “Menjadikan RSUD M Yunus Bengkulu sebagai rumah sakit evakuasi bencana, juga masuk program kami,” tukasnya. (400)